Bandar Lampung (Lampost.co) — Plastik berbayar mahal mendorong warga Lampung beralih ke tas belanja ramah lingkungan. Tren ini tumbuh seiring imbauan pemerintah dan pertimbangan penghematan.
Siti Aisyah, warga Rajabasa, memilih membawa tas sendiri setiap berbelanja. Ia menilai langkah ini lebih hemat dan praktis.
“Saya dukung pengurangan plastik. Harga kantong di kasir sekarang terasa mahal,” ujarnya.
Ia mengatakan pengeluaran belanja bisa meningkat jika terus membeli plastik. Ia lebih memilih mengalokasikan uang untuk kebutuhan rumah tangga.
Rian Hidayat juga merasakan hal serupa. Ia mengaku sempat kesulitan karena belum terbiasa membawa tas sendiri.
“Awalnya sering lupa dan harus beli kantong. Lama-lama jadi kebiasaan,” kata Rian.
Kini ia selalu menyimpan tas lipat di motor. Cara ini memudahkannya saat berbelanja mendadak.
Sejumlah warga mulai melihat plastik berbayar sebagai pengingat, bukan beban. Mereka menilai perubahan kecil bisa memberi dampak besar.
Tas kain, tas kanvas, dan tas anyaman kini semakin sering terlihat di pusat belanja. Kebiasaan baru ini tumbuh di berbagai kalangan.
Dukungan masyarakat memperkuat langkah pemerintah mengurangi sampah plastik. Kesadaran ini muncul karena faktor lingkungan dan ekonomi.








