Bakauheni (Lampost.co)— Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, 28–29 Maret 2026.
Masyarakat yang akan kembali ke Pulau Jawa diimbau untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan menuju pelabuhan.
Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Pol N. Dedy Arifianto, mengatakan hingga saat ini arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih terpantau lancar dan terkendali. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kesiapan personel serta strategi pengamanan yang telah disiapkan sejak awal masa angkutan Lebaran.
Baca juga: Wakapolri Apresiasi Aplikasi Siger Polda Lampung untuk Arus Mudik Lebaran 2026
“Prediksnya pada tanggal tersebut terjadi lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan. Sehingga masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan lebih awal,” ujarnya.
Kendaraan Menyeberang dari Sumatera Menuju Jawa
Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, tercatat sebanyak 77.751 unit kendaraan telah menyeberang dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dalam periode 22 hingga 24 Maret 2026 hingga pukul 08.00 WIB.
Jumlah tersebut setara dengan 36,46 persen dari total kendaraan saat arus mudik yang sebelumnya mencapai 213.940 unit.
Pergerakan arus balik juga diikuti oleh 298.192 penumpang. Rinciannya, sebanyak 28.666 orang merupakan pejalan kaki, sementara 269.526 orang lainnya merupakan penumpang di dalam kendaraan.
Selama tiga hari tersebut, aktivitas penyeberangan dilayani oleh 382 perjalanan kapal. Dari total kendaraan yang menyeberang, sepeda motor menjadi kendaraan yang paling mendominasi dengan jumlah 37.017 unit. Kemudian disusul kendaraan roda empat sebanyak 39.344 unit, serta 1.390 unit bus.
Dedy menegaskan, kelancaran arus balik tahun ini menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sekaligus menjaga kelancaran mobilitas nasional selama momentum Lebaran.
“Seluruh personel kami siagakan penuh untuk memastikan arus kendaraan menuju pelabuhan tetap lancar, aman, dan tidak terjadi penumpukan panjang,” katanya.
Koordinasi Lintas Sektor
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas arus penyeberangan. Polda Lampung terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk ASDP, TNI. Serta instansi terkait lainnya guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama arus balik.
Selain pengamanan di lapangan, Ditlantas Polda Lampung juga menyiapkan langkah antisipasi dengan membuka layanan pembelian tiket kapal secara manual di sejumlah titik guna mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan pelabuhan.
Beberapa lokasi yang menyediakan layanan pembelian tiket tersebut di antaranya berada di Rest Area KM 20B, KM 33B, dan KM 49B di ruas Tol Trans Sumatera.
Sementara itu, untuk jalur arteri lintas tengah, layanan tersedia di Pos Pengamanan (Pos Pam) Lampung Selatan Expo. Sedangkan di jalur lintas timur disediakan di Pos Pam Gayam dan Pos Pam Rumah Makan Tiga Saudara.
Menurut Dedy, langkah ini dilakukan untuk memecah antrean kendaraan sekaligus mempercepat proses kendaraan yang akan masuk ke kawasan pelabuhan.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan titik pembelian tiket yang telah disediakan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di area pelabuhan,” katanya.








