Jakarta (Lampost.co) – Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan, mengungkapkan prediksi terhadap harga emas hingga akhir 2024.
Dia optimistis bisa tumbuh hingga 5-7 persen pada 2024 meski saat ini terdampak kemenangan Donald Trump (Trump effect) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024.
Rizkia menjelaskan harga emas saat ini terus mengalami penurunan akibat kembalinya aliran modal ke AS karena sentimen Pilpres. Terpilihnya Trump menciptakan optimisme terhadap perbaikan ekonomi domestik AS.
Hal itu mendorong investor untuk mengurangi alokasi pada emas dan lebih memilih pasar modal AS. Namun, kemenangan Trump juga memunculkan ketidakpastian, terutama terkait kebijakan tarif impor yang lebih besar dan insentif pajak bagi perusahaan.
“Jika AS berupaya memproduksi barang sendiri dan mengurangi impor, justru ada potensi inflasi yang terus meningkat. Itu bisa menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai,” ujar Rizkia.
Namun, emas bakal tetap menjadi instrumen investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global dan sentimen kemenangan Trump, termasuk tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi.
Dia menyebutkan, pola pergerakan harga emas cenderung stabil sehingga peluang pertumbuhan hingga 7 persen masih cukup realistis.
“Walaupun pertumbuhan itu tidak signifikan, emas tetap menjadi pilihan bagi investor untuk melindungi nilai aset dari inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global,” ujar dia.
Permintaan Emas Bakal Berkurang
Sementara itu, Budi Frensidy, pengamat keuangan dan pasar modal dari Universitas Indonesia, mengatakan kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS dapat menekan harga emas lebih lanjut.
Ia menyebutkan, kebijakan Trump yang cenderung menurunkan tensi geopolitik dan perang di berbagai kawasan bisa mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Namun, eskalasi konflik dagang, seperti perang dagang antara AS dan China, bisa memberikan dampak berbeda pada harga emas. Dalam jangka pendek, konflik itu berpotensi meningkatkan harga emas. Namun, konflik berkepanjangan membuat harga emas justru bisa kembali melemah.
“Masyarakat yang ingin berinvestasi emas perlu bersabar dan memilih momen yang tepat. Harga emas masih akan mengalami penurunan yang cukup dalam sebelum kembali stabil,” ujar Budi.








