Jakarta (Lampost.co) — Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengusulkan pemerintah agar skema subsidi pupuk dihapus. Kemudian menggantinya dengan program bantuan langsung tunai (BLT) kepada petani.
Research Associate CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB University, Dwi Andreas Santosa, menyebutkan subsidi pupuk saat ini tidak efektif dan sering salah guna.
“Ubah subsidi pupuk dan berbagai bantuan lainnya yang tidak efektif serta penuh penyelewengan menjadi BLT ke petani,” ujar Andreas dalam acara Outlook Ekonomi Sektoral 2025 di Jakarta Selatan.
Ia juga menegaskan sistem subsidi pupuk, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi, perlu pemerintah hapuskan. Hal itu demi efisiensi dan pengelolaan anggaran negara yang lebih baik.
Andreas juga menyoroti penurunan produktivitas padi Indonesia. Indonesia awalnya menjadi negara dengan produktivitas padi tertinggi di Asia Tenggara. Namun, saat ini posisinya sudah tersalip Vietnam.
Kondisi itu makin parah dengan tingginya volume impor pangan Indonesia. Sementara, impor 12 komoditas utama yang semula hanya 8 juta ton pada 2008 melonjak drastis menjadi 29,9 juta ton pada 2023-2024.
Target Swasembada Pangan Diragukan
Dia pun merasa skeptisismenya terhadap target swasembada pangan di era Presiden Prabowo Subianto. Ia mempertanyakan strategi yang akan kepala negara gunakan untuk mengurangi volume impor hingga 30 juta ton.
“Jika fokusnya swasembada pangan, maka sampai kiamat kurang satu hari pun target ini tidak akan tercapai,” kata dia.
Namun, ia memberi pengecualian untuk komoditas beras. Sebab, ada peluang bagi Indonesia untuk mencapai swasembada beras karena tingginya stok awal beras pada 2024 yang mencapai 4,1 juta ton.
Dia mencatat stok awal beras pada 2025 mencapai 7,5 juta ton dengan dukungan lonjakan impor beras pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu membuat stock-to-use ratio mencapai 24,3 persen, jauh di atas ketetapan batas aman 20 persen.
Namun, ia juga menyoroti dampaknya terhadap petani lokal. “Saat ini belum panen raya, tapi harga gabah mulai jatuh di banyak tempat karena stok yang sangat besar,” kata dia.








