Bandar Lampung (Lampost.co) — Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Lampung menargetkan membangun 1.500 unit rumah subsidi sepanjang 2025. Selain itu, asosiasi pengembang tersebut juga menyiapkan pembangunan rumah komersil dan hunian mewah.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan REI Lampung, Hairul Effendi, menyampaikan capaian hingga Juli 2025 menunjukkan 800 unit rumah subsidi akad dan siap huni. Sementara itu, 700 unit lainnya masih dalam proses konstruksi. “Kami optimistis mencapai target 1.500 unit rumah subsidi hingga akhir 2025,” ujar Hairul.
Selain rumah subsidi, REI Lampung juga menargetkan pembangunan 300 unit rumah komersil pada tahun ini. Hingga pertengahan tahun, transaksi akad rumah komersil mencapai 70 unit. Pihaknya terus mendorong anggota REI untuk mempercepat pembangunan unit yang tersisa.
Pihaknya juga menargetkan pembangunan sebanyak 70 unit pada kategori rumah mewah dengan harga lebih dari Rp2 miliar per unit. Hingga Juli 2025, pembangunan rumah mewah telah terealisasi 30 unit, seluruhnya berlokasi di Bandar Lampung.
Dia menegaskan REI Lampung mendukung penuh program pemerintah dalam penyediaan rumah untuk masyarakat. Termasuk, mendukung keberhasilan program nasional sejuta rumah yang kini ditingkatkan menjadi tiga juta unit. “Kami berkomitmen mendukung program tiga juta rumah yang pemerintah canangkan,” kata dia.
REI Lampung saat ini memiliki sekitar 200 anggota yang terdiri atas para pengembang dan pelaku usaha di sektor properti. Seluruh anggota tersebar di delapan wilayah kabupaten/kota di Lampung, yaitu Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulangbawang, Pringsewu, dan Pesawaran.
Dia berharap REI dapat terus menjadi motor penggerak sektor perumahan di Lampung. Ia juga optimistis permintaan hunian akan terus meningkat, terutama di segmen rumah subsidi.








