• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 24/02/2026 15:40
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Sederet Tanda Masyarakat Indonesia Sulit Cari Kerja hingga 2025

EffranbyEffran
14/11/24 - 10:54
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Hari Buruh Sedunia atau May Day setiap 1 Mei sepatutnya menjadi momentum untuk memperkuat program kesejahteraan bagi pekerja.

Hari Buruh Sedunia atau May Day setiap 1 Mei sepatutnya menjadi momentum untuk memperkuat program kesejahteraan bagi pekerja. Foto: Ilustrasi/MI

Jakarta (Lampost.co) – Masyarakat Indonesia semakin khawatir dengan kondisi ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja sehingga sulit cari kerja dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang Bank Indonesia (BI) rilis menunjukkan tren negatif.

Hal itu menegaskan kondisi ekonomi Tanah Air sedang menghadapi tekanan berat. Survei BI itu mencatat IKK turun menjadi 121,1 pada Oktober 2024, angka terendah sejak Desember 2022.

Meski masih di atas 100 yang menunjukkan area optimis, tren penurunan mengindikasikan memburuknya kepercayaan konsumen terhadap ekonomi. Sementara, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja untuk enam bulan ke depan juga turun ke level 129,5, terendah sejak Desember 2022.

Artinya, masyarakat tidak melihat ada perbaikan signifikan hingga pasca-Lebaran 2025 yang jatuh pada akhir Maret. Penurunan itu paling tajam terjadi pada kelompok pendidikan akademi, yang juga menunjukkan lemahnya kondisi tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur.

Selain tanda-tanda tersebut, terdapat sederet gejala yang mengkhawatirkan masyarakat kesulitan mencari kerja, yaitu:

 Lonjakan PHK

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat peningkatan jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang signifikan. Dari Januari hingga Oktober 2024, terdapat 59.796 pekerja terkena PHK, naik 31,2% daripada periode yang sama pada 2023 (45.576 pekerja).

“Jumlah PHK meningkat 25.000 orang dalam tiga bulan terakhir saja,” kata Yassierli, perwakilan Kemnaker.

PHK terbanyak terjadi di:

– DKI Jakarta: 14.501 pekerja

– Jawa Tengah: 11.252 pekerja

– Banten: 10.254 pekerja

 PMI Manufaktur Terpuruk

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia sebagai indikator kondisi bisnis sektor barang mencatat kontraksi selama empat bulan berturut-turut. Menurut laporan S&P Global, PMI Oktober 2024 berada di angka 49,2, yang berada di bawah ambang batas ekspansi 50.

Kondisi itu mencerminkan penurunan output, pesanan baru dan penyerapan tenaga kerja akibat melemahnya konsumsi dalam negeri. PMI Manufaktur sebelumnya mencatat:

– Juli: 49,3

– Agustus: 48,9

– September: 49,2

Lesunya manufaktur mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. Hal itu sejalan dengan indikator lainnya yang menunjukkan lemahnya permintaan domestik dan internasional.

 Puluhan Pabrik Tekstil Tutup

Krisis juga melanda sektor tekstil sebagai industri padat karya. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengatakan 30 pabrik tekstil tutup dalam dua tahun terakhir.

Termasuk perusahaan BUMN PT Primissima yang baru-baru ini menghentikan produksi. “Industri tekstil sangat terdampak, bahkan banyak yang tidak melapor,” kata Redma.

Penutupan itu makin menambah tekanan pada lapangan kerja, terutama di sektor manufaktur yang menghadapi banyak tantangan.

 Kondisi Ekonomi Menuju 2025

Data survei dan indikator ekonomi yang memburuk membuat masyarakat Indonesia menghadapi ketidakpastian besar hingga Lebaran 2025.

Penurunan konsumsi, lonjakan PHK, kontraksi manufaktur, serta penutupan pabrik tekstil menjadi sinyal langkah konkret dari pemerintah dan sektor swasta sangat perlu untuk memulihkan kepercayaan dan stabilitas ekonomi.

Tags: ekonomi pasca Lebaran 2025headlineIndeks Kepercayaan Konsumenketersediaan lapangan kerjakondisi tenaga kerja IndonesiaKrisis ekonomi Indonesiapenurunan konsumsi domestikPHK 2024PMI Manufaktur Indonesiasektor tekstil pailit
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi

Kebutuhan Uang Tunai di Lampung Naik, BI Siapkan Stok Rp4,5 Triliun Jelang Idulfitri

byDelima Napitupulu
24/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung resmi memulai program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026....

Investasi emas. Dok/PT Antam

Aksi Ambil Untung Besar-besaran, Ada yang Jual Banyak Emas

byEffran
24/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bank Sentral Rusia kembali mengguncang pasar emas global. Otoritas moneter itu menjual sebagian cadangan emasnya ketika harga...

Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 24 Februari Masih Bergerak Positif

byEffran
24/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Selasa, 24 Februari 2026....

Berita Terbaru

Penyerang Alaves Lucas Boye (15)
Bola

Brace Lucas Boye Selamatkan Alaves dari Kekalahan atas Girona

byIsnovan Djamaludin
24/02/2026

Vitoria-Gasteiz (Lampost.co)—Drama empat gol tercipta di Estadio Mendizorroza saat tuan rumah Deportivo Alaves menahan imbang Girona dengan skor 2-2 dalam...

Read moreDetails
Lisa Blackpink

Lisa BLACKPINK Syuting Extraction: Tygo di Kemang, Polisi Siaga Ketat

24/02/2026
BPBD Bandar Lampung Imbau Masyarakat untuk Waspada Cuaca Ekstrem

BPBD Bandar Lampung Imbau Masyarakat untuk Waspada Cuaca Ekstrem

24/02/2026
Bologna FC 1909 v Udinese Calcio - Serie A

Penalti Bernardeschi Putus Tren Negatif Bologna

24/02/2026
Sule dan Santyka Fauziah

Bantah Isu Putus, Sule Ungkap Alasan Betah dengan Santyka Fauziah

24/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.