Sukadana (Lampost.co) — Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian Koperasi dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBUN) KUD Bina Mina di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Groundbreaking langsung bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Rabu (12/11). Proyek itu menjadi langkah strategis untuk memperluas akses energi bersubsidi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.
Kecamatan Labuhan Maringgai memiliki lebih dari 7.000 nelayan dengan kebutuhan bahan bakar sekitar 10 kiloliter per hari. Kehadiran SPBUN membuat distribusi BBM lebih efisien dan mudah terjangkau.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan SPBUN berbasis koperasi wujud nyata ekonomi gotong royong yang berkeadilan.
“Groundbreaking ini bukti nyata kolaborasi pemerintah, koperasi, dan Pertamina dalam menghadirkan energi tepat sasaran bagi nelayan,” kata Ferry.
Ia berharap SPBUN KUD Bina Mina bisa menjadi percontohan tata kelola energi berbasis koperasi yang berkelanjutan di kawasan maritim lain.
Pertamina Dukung Peningkatan Produktivitas Nelayan
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan BBM faktor utama yang menentukan produktivitas nelayan. Adanya SPBUN membuat biaya operasional nelayan akan berkurang dan hasil tangkapan bisa meningkat.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” ujar Mars Ega.
Ia menambahkan Pertamina Patra Niaga fokus pada empat aspek utama, yakni ketersediaan (availability), kemudahan akses (accessibility), kualitas produk (acceptability), dan keberlanjutan usaha (sustainability).
Selain BBM subsidi, Pertamina juga mendorong distribusi LPG subsidi dan non-subsidi melalui jaringan koperasi agar energi terjangkau dan transparan.
Perkuat Ekonomi Pesisir Lampung
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi langkah kolaboratif itu. Sebab, SPBUN menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi pesisir dan kemandirian nelayan.
“Lampung memiliki potensi tangkap dan budidaya yang besar. SPBUN di Labuhan Maringgai bisa menjadi titik awal penguatan ekonomi pesisir,” ujar Jihan.
Pertamina Patra Niaga saat ini mengoperasikan 416 SPBUN di seluruh Indonesia dengan 94 unit lainnya sedang tahap pembangunan. Kehadiran SPBUN di Lampung Timur juga menjadi solusi nyata untuk pemerataan energi di wilayah maritim dan peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan.








