Jakarta (lampost.co)–Distribusi daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) menuju pasar tradisional berjalan lancar. Kondisi ini memberikan jaminan bahwa harga komoditas daging tetap stabil bagi konsumen menjelang hari raya.
Apit, seorang pedagang daging, mengonfirmasi bahwa pasokan dari RPH Cilangkap dan Cakung sejauh ini sangat aman. Kelancaran distribusi tersebut membuat para pedagang mampu menjaga harga jual agar tidak mengalami gejolak.
“Pasokan sekarang sangat aman sehingga kami bisa menjaga harga tetap stabil di pasar,” ungkap Apit, Rabu 4 Februari 2026.
Pedagang merasa optimistis bahwa ketersediaan daging sapi tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang. Berdasarkan informasi dari pihak RPH, stok hewan potong mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran. Menurut Apit, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha besar. Pemerintah akan menindak tegas distributor maupun produsen yang berani menaikkan harga di atas ketentuan.
“Jangan mengejar pedagang pasar jika harga naik, tetapi kejar distributor dan produsen utamanya,” tegas Amran.
Amran menambahkan bahwa komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng juga memiliki stok yang melimpah. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk mengerek harga secara sepihak.
Pemerintah sendiri telah menyepakati harga sapi hidup sebesar Rp55.000 per kilogram guna menyambut momen Ramadan. Kebijakan ini berlaku agar pedagang mampu memberikan harga jual yang wajar kepada masyarakat luas.
Pemerintah akan mengambil langkah hukum jika ada pengusaha penggemukan sapi yang melanggar kesepakatan harga tersebut. Tindakan tegas ini merupakan bentuk perlindungan bagi pedagang kecil dan konsumen selama masa Ramadan dan Idulfitri. (ANT)








