• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 15:42
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Strategi Pertahanan Ekonomi saat Terkena PHK

Ancaman PHK makin nyata bagi kelas menengah. Simak strategi dana darurat agar tetap bertahan saat kehilangan pekerjaan.

EffranbyEffran
26/01/26 - 07:53
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan 1.093 pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang September 2025. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA

Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan 1.093 pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang September 2025. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA

Jakarta (Lampost.co) – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin nyata di tengah lapangan kerja yang kian menyempit. Kondisi itu membuat tekanan ekonomi terus menghimpit kelompok kelas menengah di Indonesia sehingga daya beli melemah dan pengeluaran terasa semakin berat.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terkena PHK sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang. Angka tersebut lebih tinggi daripada 2024 yang mencatat 77.965 orang.

Jumlah itu berasal dari peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan BPJS Ketenagakerjaan. Artinya, data tersebut belum mencakup pekerja informal dan mereka yang tidak terdaftar JKP.

Kondisi itu menunjukkan risiko kehilangan pendapatan semakin besar. Tanpa kesiapan finansial, guncangan ekonomi bisa langsung memukul kehidupan sehari-hari.

Situasi tersebut membuat dana darurat menjadi kebutuhan penting. Simpanan itu berfungsi sebagai penyangga ketika penghasilan terhenti atau kebutuhan mendesak muncul.

“Dana darurat untuk kebutuhan mendesak seperti musibah, bencana, atau kehilangan pekerjaan,” kata Perencana Keuangan Tatadana Consulting, Tejasari, kemarin.

Menurut Tejasari, dana darurat membantu seseorang bertahan saat membutuhkan uang cepat. Pilihan yang tersisa biasanya berutang tanpa simpanan.

“Kalau tidak punya dana darurat, orang cenderung berutang. Dalam jangka panjang kondisi keuangan bisa semakin tertekan,” ujarnya.

Masalah akan semakin berat jika seseorang memiliki banyak cicilan. Bahkan, risiko masuk daftar hitam kredit bisa muncul.

Jumlah Dana Darurat Ideal

Tejasari menyarankan dana darurat minimal setara tiga kali pengeluaran bulanan. Jumlah itu terbilang cukup untuk bertahan dalam kondisi darurat jangka pendek. “Secara teori dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan,” jelasnya.

Ia memberi contoh sederhana. Jika pengeluaran bulanan Rp 4,5 juta, maka dana darurat ideal minimal Rp 13,5 juta.

Perencana Keuangan Eko Endarto memiliki pandangan serupa. Menurutnya, ketidakpastian ekonomi membuat dana darurat semakin krusial.

Eko menyarankan karyawan memiliki dana darurat setara tiga hingga enam bulan gaji. Sementara pelaku usaha perlu simpanan lebih besar.

“Untuk karyawan minimal tiga sampai enam bulan. Untuk pengusaha idealnya cukup untuk 12 bulan pengeluaran,” kata Eko.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Masalah utama kelas menengah terletak pada sisa penghasilan yang sangat terbatas. Gaji sering kali habis untuk kebutuhan rutin.

Dia menyarankan tetap menabung meski nominalnya kecil. Langkah kecil yang konsisten jauh lebih penting.

“Secara teori sebaiknya 10 persen. Tapi kalau hanya bisa satu persen, tidak apa-apa. Yang penting mulai,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memisahkan dana darurat sejak awal menerima gaji. Simpanan itu sebaiknya di rekening terpisah. “Misalnya gaji Rp 5 juta, sisihkan Rp 50 ribu dulu. Pisahkan langsung saat gajian,” katanya.

Dana tersebut bisa tersimpan di tabungan terpisah atau instrumen likuid seperti emas digital dan reksadana pasar uang.

Jumlah tabungan bisa meningkat secara bertahap jika sudah terbiasa. Kebiasaan itu akan membentuk disiplin keuangan jangka panjang.

“Kalau sudah lancar, naikkan menjadi Rp 100 ribu. Lakukan bertahap sampai menjadi kebiasaan,” tambah Tejasari.

Eko Endarto juga menekankan prinsip membayar diri sendiri lebih dulu. Menurutnya, dana darurat harus disisihkan sebelum belanja. “Sisihkan dulu 10 persen penghasilan. Baru sisanya untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Eko.

Strategi itu membuat pengeluaran akan menyesuaikan sisa anggaran. Risiko keuangan saat krisis pun bisa tertekan.

Tags: dana daruratEkonomi Indonesiakehilangan pekerjaanKelas Menengah Indonesiaperencana keuanganPHK 2025tips keuangan
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Harga emas batangan Antam hari ini, Senin. Dok MI

Harga Emas Antam 26 Januari 2026, Rekor Baru Lewati Rp2,9 Juta

byEffran
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Senin, 26 Januari 2026....

PENGANGGURAN DI INDONESIA. Sejumlah warga antre untuk mengurus pembuatan Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Serang, Banten. Kelompok usia 15 sampai 29 tahun atau Gen Z mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah pengangguran di Indonesia dengan 67 persen pengangguran berasal dari generasi tersebut, setara 4,9 juta orang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN

Pengangguran Jadi Ancaman Ekonomi Terbesar Indonesia 2026–2028

byEffran
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- World Economic Forum mengeluarkan peringatan serius bagi Indonesia. Pengangguran menjadi ancaman ekonomi terbesar periode 2026–2028. Risiko itu...

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Berita Terbaru

Harga komponen PC 2026
Teknologi

Update Harga Komponen PC Januari 2026: Krisis Memori Global Picu Lonjakan Harga RAM Hingga 500 Persen

byDenny ZY
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki pekan terakhir Januari 2026, pasar perangkat keras komputer (PC) global maupun domestik tengah berada dalam...

Read moreDetails
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami

Serukan Kewaspadaan Rabies, Kemenkes Tekankan Cuci Luka 15 Menit

26/01/2026
laptop gaming 10 jutaan 2026

5 Rekomendasi Laptop Gaming Harga 10 Jutaan Terbaik 2026

26/01/2026
Ilustrasi

Ketahui Langkah Darurat Pasca-Gigitan Hewan Penular Rabies

26/01/2026
Where Winds Meet

Where Winds Meet: Game Wuxia Gratis Kini Tersedia di PS5, PC, iOS, dan Android

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.