• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 23/03/2026 05:32
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Suntikan Rp200 T dan BI Rate Turun Belum Dorong Daya Beli

Dalam publikasi terbarunya, LPEM menyebutkan gelontoran stimulus besar masih membuat inflasi inti stagnan.

EffranbyEffran
16/10/25 - 19:12
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Daya beli masyarakat memengaruhi tingkat inflasi Lampung. Lampost.co/Silvia Agustina

Daya beli masyarakat memengaruhi tingkat inflasi Lampung. Lampost.co/Silvia Agustina

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai suntikan likuiditas Rp200 triliun ke bank-bank Himbara dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) belum cukup efektif mendorong permintaan masyarakat.

Dalam publikasi terbarunya, LPEM menyebutkan gelontoran stimulus besar masih membuat inflasi inti stagnan. Bahkan, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) belum menunjukkan perbaikan signifikan.

“Pemerintah menyuntikkan likuiditas sekitar Rp200 triliun ke bank Himbara untuk mendorong kredit dan BI memangkas suku bunga kebijakan hingga tiga kali berturut-turut menjadi 4,75% pada September 2025. Tapi, inflasi inti tetap rendah dan kepercayaan konsumen belum pulih,” tulis LPEM FEB UI dalam laporannya.

Menurut LPEM, kondisi itu menandakan tambahan likuiditas yang mengalir ke sektor perbankan belum sepenuhnya berubah menjadi permintaan barang dan jasa di tingkat konsumen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi inti pada September 2025 tercatat 2,19% year-on-year (yoy). Angka itu hanya naik tipis 0,02 basis poin dari Agustus yang sebesar 2,17% yoy. Sementara inflasi umum mencapai 2,65% yoy, naik 0,34 basis poin dari bulan sebelumnya.

Perbedaan laju antara inflasi umum dan inti karena kenaikan harga kelompok pangan bergejolak (volatile food) yang tidak termasuk dalam penghitungan inflasi inti. Untuk itu, inflasi inti lebih mencerminkan daya beli masyarakat secara riil.

“Pemicu lonjakan inflasi kali ini bukan dari harga yang pemerintah atur. Melainkan tekanan dari kelompok pangan bergejolak yang kembali menguat setelah sempat mereda,” tulis LPEM FEB UI.

Risiko Likuiditas dan Zombie Company

LPEM FEB UI juga menyoroti risiko ekonomi jika uang beredar terus meningkat tanpa peningkatan kapasitas produksi dan distribusi. Dalam situasi tersebut, yang naik justru biaya produksi dan harga produsen, yang kemudian berlanjut di konsumen.

“Jika uang beredar terus bertambah sementara kapasitas produksi dan distribusi tidak ikut meningkat, maka yang bergerak naik adalah biaya dan harga produsen,” tulis lembaga itu.

Selain itu, likuiditas berlebih saat permintaan masih lemah berpotensi memunculkan pembiayaan berlebihan kepada perusahaan tidak produktif atau zombie company.

“Risiko signifikan dari likuiditas melimpah di tengah permintaan tertahan adalah pembiayaan berlebih pada zombie company, yaitu kredit kepada debitur lama yang tidak produktif. Injeksi semacam itu justru kontraproduktif bagi sektor riil,” tegas LPEM.

LPEM FEB UI menilai langkah pelonggaran moneter dan suntikan dana besar ke perbankan harus ada strategi konkret untuk meningkatkan permintaan domestik.

Kombinasi antara stabilitas harga, perbaikan daya beli, dan produktivitas sektor riil menjadi kunci. Sehingga, stimulus ekonomi tidak hanya berhenti di sektor keuangan, tetapi benar-benar terasa di tingkat masyarakat.

Kondisi inflasi inti yang belum bergerak dan kepercayaan konsumen yang masih lemah itu menjadi tantangan utama. Bank Indonesia dan pemerintah kini harus memastikan kebijakan moneter mampu mendorong aktivitas ekonomi riil secara berkelanjutan.

Tags: bank indonesiaBI Rate 2025daya beliEkonomi Indonesiahimbarainflasi Indonesiainflasi intikredit perbankanLikuiditas bankLPEM FEB UIsuku bunga
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Purbaya Batasi Pengajuan Anggaran Baru untuk Jaga Kesehatan APBN

Purbaya Batasi Pengajuan Anggaran Baru untuk Jaga Kesehatan APBN

byWandi Barboy
22/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membatasi pengajuan anggaran baru oleh kementerian dan lembaga untuk menjaga kesehatan Anggaran...

Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Provinsi Banten, terpantau landai pada Jumat atau H-1 Lebaran 2026.

H-1 Lebaran Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni Terpantau Landai

byNurand1 others
20/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)---- Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Provinsi Banten, terpantau landai pada Jumat atau H-1 Lebaran...

Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.

Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Alami Lonjakan Volume Kendaraan

byNurand1 others
20/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)---- Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik...

Berita Terbaru

Pantai M Beach
Lampung Selatan

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Polisi Perketat Penjagaan di Pantai M Beach

byDenny ZY
22/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah mulai membawa peningkatan aktivitas di sejumlah destinasi wisata pesisir Lampung Selatan. Satuan...

Read moreDetails
Pantai Senaya Kalianda

Libur Lebaran 2026: Pantai Senaya Kalianda Diserbu Wisatawan, Polisi Perketat Pengamanan

22/03/2026
pengamanan wisata

Libur Lebaran 2026: Polresta Bandar Lampung Perketat Pengamanan Objek Wisata dan Pusat Perbelanjaan

22/03/2026
Logo La Liga Spanyol

Comeback Dramatis Elche Keluar dari Zona Merah

22/03/2026
Suasana penumpang yang menaiki Kapal Ferry dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Bakauheni, Minggu, 22 Maret 2025. (Foto: Lampost.co / Intan Tyas)

Arus Penyeberangan Bakauheni – Merak Hari Kedua Lebaran Ramai Lancar

22/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.