Bandar Lampung (Lampost.co) – Melambungnya harga tiket pesawat mengubah tren perjalanan mudik lebaran 2026 dari Lampung menuju Pulau Jawa tahun ini. Jalur darat, khususnya armada bus, kembali menjadi pilihan utama karena dinilai lebih ekonomis dan efisien.
Poin Penting
- Faktor Ekonomi: Lonjakan harga tiket pesawat mendorong pemudik beralih ke moda transportasi bus.
- Infrastruktur: Konektivitas Tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa memangkas waktu tempuh secara signifikan.
- Kenyamanan: Fasilitas bus kelas eksekutif yang modern membuat perjalanan jarak jauh tetap nyaman bagi keluarga.
- Efisiensi: Akses yang mudah dan waktu sampai yang lebih terprediksi dibandingkan jalur non-tol.
Kondisi ini dirasakan oleh Ari, warga Bandar Lampung yang hendak mudik ke Yogyakarta. Ia mengaku terpaksa mencoret pesawat dari daftar pilihan moda transportasinya karena harga yang sangat tinggi.
Baca juga : Organda Lampung Ingatkan Pemudik Hanya Naik Bus Berstiker ‘Ramp Check’
“Kalau dicek di aplikasi, harga tiket pesawat ke Jogja sekarang naiknya luar biasa, apalagi kalau pergi bawa keluarga. Sangat menguras budget. Makanya tahun ini kami sepakat beralih menggunakan bus saja,” kata Ari, Jumat, 13 Maret 2026.
Senada dengan Ari, Asep, warga Tanjungkarang dengan tujuan mudik lebaran, mengungkapkan bahwa peralihan ke bus bukan sekadar pelarian dari tiket pesawat yang mahal. Menurutnya, kualitas perjalanan darat kini jauh lebih nyaman berkat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Tol Trans Jawa.
“Sekarang naik bus ke Jogja itu aksesnya sangat mudah dijangkau dan cepat. Dari Lampung masuk tol, menyeberang di Bakauheni-Merak, lalu di Pulau Jawa langsung masuk Tol Trans Jawa lagi,” kata Asep.
Asep menambahkan, waktu tempuh yang terprediksi menjadi alasan kuat masyarakat kembali melirik bus.
“Waktu tempuhnya banyak terpangkas, tidak seperti zaman dulu yang harus bermacet-macetan berhari-hari di jalur Pantura,” lanjutnya.
Modernisasi armada bus juga menjadi daya tarik tersendiri. Fasilitas kelas eksekutif dengan kursi sandaran kaki (leg rest), AC, hingga toilet di dalam bus membuat perjalanan lintas pulau tidak lagi melelahkan.
“Harganya terjangkau, fasilitasnya mewah. Kita tinggal duduk manis, tidur di bus, tahu-tahu besok pagi sudah sampai di Terminal Giwangan Jogja dengan kondisi badan yang masih fresh,” pungkas Asep.







