Bandar Lampung (Lampost.co) — Tingkat kesejahteraan petani di Lampung pada 2024 melemah.
Kesejahteraan petani itu terlihat dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung terkait nilai tukar petani (NTP) dan harga gabah kering giling (GKG) yang mengalami penurunan.
Kepala BPS Lampung, Atas Parlindungan Lubis, mengatakan NTP lampung pada Maret 2024 berada di angka 120,37. Nilai itu turun 1,35% dari periode bulan sebelumnya.
Sementara harga gabah kering giling di tingkat petani turun 6,62% dan harga beras premium di penggilingan naik 0,72%.
“Penurunan NTP itu seiring indeks harga yang petani terima (It) mengalami penurunan 0,80% dan indeks harga yang petani bayar (Ib) naik 0,56%,” ujar Atas, Senin, 1 April 2024.
Sementara, NTP Lampung dari masing-masing subsektor tercatat subsektor Padi dan Palawija berada di angka 109,13, hortikultura (128,62).
BACA JUGA: Dikepung Banjir,Petani Lamteng Panen Padi Pakai Batang Pisang
Kemudian tanaman perkebunan rakyat (139,79), peternakan (97,17), perikanan tangkap (109,83), dan perikanan budidaya (96,54).
Selain itu, terjadi pula peningkatan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) Lampung 0,62%. Nilai itu karena adanya peningkatan indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,89%.
Kemudian harga gabah di tingkat petani kualitas GKG juga turun dengan rata-rata 6,62% dari Rp8.522,73 per kg menjadi Rp7.958,62 per kg. Sementara, harga gabah di tingkat penggilingan turun 6,49% dari Rp8.647,73 per kg menjadi Rp8.086,21 per kg.








