Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya edukasi kesehatan jantung sebagai upaya menekan tingginya kasus penyakit tidak menular di masyarakat. Upaya pencegahan dinilai perlu menjadi fokus bersama agar risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini.
Poin Penting
- Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya edukasi kesehatan jantung untuk menekan penyakit tidak menular.
- Peran Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dianggap strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
- Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke.
- Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan pentingnya langkah preventif menjaga kesehatan jantung.
Jihan mengajak pemangku kepentingan membangun gerakan bersama menjaga kesehatan jantung sebagai investasi jangka panjang.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan peran Yayasan Jantung Indonesia (YJI) sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung.
“Para pengurus YJI kini memikul komitmen dan tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan jantung masyarakat Lampung,” ujar Jihan.
Ia menjelaskan penyakit jantung masih menjadi tantangan besar, baik di Indonesia maupun dunia. Data menunjukkan penyakit tersebut termasuk penyebab kematian tertinggi setelah stroke.
“Lebih dari 30 persen penyebab kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Artinya, tiga dari sepuluh orang di sekitar kita berisiko kehilangan nyawa karena penyakit ini,” kata dia.
Jihan juga menekankan pentingnya tindakan preventif agar masyarakat dapat menjaga kesehatan sebelum risiko semakin besar.
“Penyakit jantung bisa dicegah. Tugas kita memastikan orang sehat tetap sehat dan mereka yang punya riwayat tidak menghadapi risiko lebih tinggi,” tutur Jihan.
Menurut dia, edukasi berkelanjutan perlu agar masyarakat memahami faktor risiko dan terdorong menjalani pola hidup sehat. Ia menilai perubahan perilaku menjadi elemen penting dalam upaya pencegahan.
Pemprov Lampung Perkuat Pelayanan Kesehatan untuk Pencegarah Penyakit Jantung
Pemerintah Provinsi Lampung turut memperkuat layanan kesehatan jantung melalui fasilitas kardiovaskular di RSUD Abdul Moeloek serta program unggulan seperti Klinik Berhenti Merokok.
“Ini bukti pemerintah hadir dan peduli terhadap kesehatan jantung masyarakat,” ujar Jihan.
Ia berharap YJI mampu menjalankan program secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Saya berharap YJI sukses menjaga masyarakat tetap sehat dan terhindar dari sakit jantung, serta membantu meminimalkan risiko bagi yang sudah terdampak,” jelas dia.
Jihan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat gerakan bersama dalam membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang.
“YJI punya tugas penting untuk benar-benar menyadarkan masyarakat tentang bahaya penyakit jantung dan cara mencegahnya. Kesadaran ini harus menjadi gerakan bersama,” kata dia.








