DENI ZULNIYADI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengundang menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan ke Moskwa untuk melakukan pembicaraan damai, Jumat (9/10). Itu dilakukan karena pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia yang sudah berlangsung hampir dua minggu tidak tampak akan berakhir.
“Menteri luar negeri Azerbaijan dan Armenia diundang ke Moskwa pada 9 Oktober,” kata Putin dalam pernyataan yang dirilis oleh Kremlin.
Presiden Rusia, bunyi pernyataan tersebut, mengeluarkan seruan untuk menghentikan pertempuran di Nagorno-Karabakh atas dasar kemanusiaan. Azerbaijan dan Armenia terlibat dalam pertempuran sengit atas Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang dikuasai oleh orang-orang Armenia yang memisahkan diri. Ratusan orang termasuk warga sipil telah tewas dalam pertempuran saat ini, yang terburuk sejak gencatan senjata tahun 1994.
Armenia menuduh Azerbaijan menembaki katedral bersejarah di Nagorno-Karabakh.
Pejabat pertahanan di Azerbaijan dan Armenia mengatakan pertempuran berlanjut hingga Kamis (8/10), dengan kedua pihak mengklaim telah menimbulkan kerugian besar dan menuduh pihak lain menembaki daerah sipil. Armenia menuduh Azerbaijan menembaki katedral bersejarah di Nagorno-Karabakh.
Perempuan dan Anak
Pejabat Ombudsman HAM Armenia, Artak Beglaryan, pada Rabu (7/10), mengatakan pertempuran baru telah membuat sekitar setengah dari 140 ribu penduduk Karabakh mengungsi dan memaksa sekitar 90% perempuan dan anak-anaknya mengungsi dari rumah mereka.
Pada Kamis, Azerbaijan mengumumkan menarik duta besarnya untuk Athena menyusul laporan bahwa warga Yunani bergabung dengan pasukan Armenia di Karabakh.
“Menurut perkiraan awal kami, sekitar 50% penduduk Karabakh yang 90% di antaranya perempuan dan anak-anak atau 70 ribu—75 ribu orang, telah mengungsi,” kata pejabat Ombudsman Karabakh, Artak Beglaryan.
Azerbaijan menuduh pasukan Armenia menembaki sasaran sipil di daerah perkotaan, termasuk kota terbesar kedua di Azerbaijan, Ganja. Puluhan warga sipil dipastikan tewas dalam pertempuran itu dan Armenia mengakui ada lebih dari 300 kematian di kalangan militernya.
Adapun Azerbaijan belum menyampaikan korban jiwa di antara pasukannya. Namun, jaksa Azerbaijan mengatakan 427 tempat tinggal yang dihuni sekitar 1.200 orang telah hancur. (MI/D1) deni@lampungpost.co.id







