UMAR ROBANI

SEDIKITNYA sembilan wanita hamil terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung. Bahkan, satu diantaranya meninggal dunia usai melahirkan pada Sabtu (17/10). Sedapat mungkin, ibu hamil diam di rumah untuk menjaga kesehatan janinnya di masa pandemi.
Dari catatan Lampung Post, sembilan wanita hamil yang terpapar Covid-19, dua kasus diantaranya berasal dari Pesawaran. Bahkan keduanya telah melakukan persalinan cesar. Baik ibu maupun bayi selamat walaupun berstatus pasien Covid-19.
Kemudian, satu kasus pasien Covid-19 (P-413) yang juga tengah mengandung berasal dari Tulangbawang Barat, satu kasus dari Metro (P-422), satu kasus dari Lampung Tengah (P-423), satu kasus dari Lampung Utara dan dua kasus dari Bandar Lampung.
Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana, Minggu (18/10) mengungkapkan usia kehamilan pasien berusia 24 tahun itu 39 minggu.
“Yang bersangkutan adalah pasien 1.209 yang sedang hamil 39 minggu. Pasien terkonfirmasi positif hasil tes usap pada 14 Oktober dan dirawat di rumah sakit,” kata Reihana.
Lalu pada 16 Oktober, pasien menjalani persalinan di rumah sakit. Kemudian, pada 17 Oktober 2020 pukul 10.00, kondisi pasien memburuk. Lalu, pasien meninggal pada pukul 16.35 di hari yang sama.
“Proses pemakaman dilakukan secara tata laksana pemulasaran jenazah Covid-19,” kata Kadiskes Provinsi Lampung itu.
Secara terpisah, Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizky menerangkan bayi juga ikut wafat dan telah dimakamkan.
“Sang bayi langsung dimakamkan kemarin. Sedangkan jenazah sang ibu baru dimakamkan hari ini di TPU Pengajaran TBS,” kata Kadis Kominfo Bandar Lampung itu, kemarin.
Sedangkan pasien Covid-19 lainnya yang meninggal dunia pada Sabtu (17/10) merupakan perempuan berusia 66 tahun asal Bandar Lampung.
Diam di Rumah
Sebelumnya, Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta dr Kathleen Juanita Gunawan mengatakan ibu hamil sedapat mungkin diam di rumah untuk menjaga kesehatan janinnya di masa pandemi. Kecuali keluar untuk kontrol rutin ke rumah sakit.
Kathleen menjelaskan bagi ibu hamil dengan risiko kehamilan rendah untuk cek kehamilan minimal enam kali. Yakni di bawah tiga bulan, trimester kedua sekitar tujuh bulan, dan di atas tujuh bulan sampai melahirkan.
Sedangkan untuk ibu hamil berisiko tinggi – seperti memiliki penyakit diabetes, hipertensi, asma perlu lebih sering melakulan pengecekan untuk memastikan kondisi kesehatan kandungannya.
Termasuk juga ibu yang punya riwayat kehamilan sebelumnya berisiko misalnya bayi meninggal dalam kandungan, lahir prematur, atau gangguan pertumbuhan perlu kontrol lebih sering.
Selain rutin kontrol kesehatan, ibu hamil diminta patuh menerapkan protokol kesehatan untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungannya. Biasakan pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir.
“Sebisa mungkin tetap di rumah, kecuali keluar untuk memeriksakan kesehatan kandungan,” papar Kathleen.
Untuk diketahui, hingga Mingg (18/10), kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung kembali bertambah 13 kasus baru. Dengan demikian, total Covid-19 di Lampung kini sebanyak 1.298 kasus. (IKZ/S1)
umar@lampungpost.co.id







