PEMERINTAH Kota Jambi memberikan bimbingan kepada 60 petani agar menghasilkan bibit unggul. Berbagai macam bibit tanaman dan sayuran itu adalah bibit padi, sayur pakcoy, selada, sawi, dan jenis-jenis sayuran lainnya.
Program itu merupakan upaya pemerintah mendorong petani yang ada di daerah tersebut memproduksi bibit tanaman unggul untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi petani di Provinsi Jambi. “Karena lahan pertanian di Kota Jambi terbatas, kami mendorong petani untuk memproduksi bibit unggul,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Erwansyah, di Jambi, Senin (25/1).
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jambi menargetkan petani di Jambi dapat menjadi penyedia bibit unggul untuk pertanian di Provinsi Jambi. Sebab, untuk lahan pertanian di kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi masih cukup luas.
Petani di Provinsi Jambi juga membutuhkan bibit-bibit pertanian yang unggul. Oleh sebab itu, kebutuhan petani tersebut menjadi peluang dan solusi bagi petani di Kota Jambi yang tidak memiliki lahan yang cukup luas.
“Program tersebut memanfaatkan lahan tidur yang tersebar di dalam Kota Jambi, tujuannya mewujudkan pertanian skala kecil dan memberdayakan warga,” kata Erwansyah.
Di Kota Jambi saat ini sudah terdapat sentra pertanian hidroponik, di antaranya di kawasan Kecamatan Mayang dan di Buluran, Kecamatan Telanai. Sementara saat ini lahan pertanian di Kota Jambi mengalami pengurangan luas lahan.
Menurut Erwansyah, lahan pertanian di Kota Jambi dalam setiap tahunnya berkurang lima hingga enam persen. Saat ini luas lahan pertanian di Kota Jambi hanya 882 hektare.
“Perkembangan bisnis properti atau perumahan merupakan salah satu penyebab lahan pertanian di Kota Jambi menyusut dari tahun ke tahun. Pemilik lahan lebih tergiur dengan tawaran dari developer perumahan dengan sistem bagi hasil,” kata Erwansyah. (ANT/D3)







