UMAR ROBBANI
PARA stakeholder harus mengantisipasi adanya perjalanan mudik lebih awal sebelum 6-17 Mei 2021. Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga haris mengantisipasi peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia pada Ramadan ini.
“Pergerakan masyarakat di dalam negeri menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini memang sudah ada kebijakan yang mengaturnya. Meski begitu, para pemangku kepentingan tetap harus waspada untuk mencegah terjadinya peningkatan penyebaran virus korona di tanah air,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).
Menurut Lestari, potensi pergerakan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tetap ada. Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, ada kemungkinan sebagian masyarakat melakukan mudik lebih awal, untuk menyiasati kebijakan pemerintah.
Antisipasi lain yang harus dilakukan para pemangku kepentingan, menurut Rerie, adalah peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia pada Ramadan ini.
Informasi dari Wakil Komando Tugas Gabungan Repatriasi dan Penanganan Rumah Sakit Lapangan Wisma Atlet, saat ini pihaknya sudah menerima sekitar 1.800-2.000 kedatangan pekerja migran dari luar yang harus melakukan isolasi mandiri sesampainya di Indonesia.
Diperkirakan menjelang lebaran kedatangan pekerja migran akan semakin meningkat seperti tahun kemarin sampai 4.000-6.000 per hari.
Sejumlah kondisi tersebut, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus diantisipasi dengan peningkatan kewaspadaan para pemangku kepentingan, baik di pusat mau pun di daerah.
Menurut Rerie, penerapan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat harus konsisten dilakukan sehingga upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di tanah air bisa berjalan dengan baik.
Prokes Hingga RT
Secara terpisah, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta jajarannya untuk menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan hingga tingkat RT.
“Yang kita bentuk adalah memberi semangat kepada satgas di tingkat RT supaya beliau mengajak dari tingkat kepala keluarga untuk menjadi satgas di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Eva optimistis zona hijau merupakan keniscayaan jika seluruh pihak mematuhi protokol kesehatan.
Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo turun langsung dalam operasi yustisi yang termasuk di dalamnya razia protokol kesehatan.
“Ketika pemerintah menggebu-gebu ingin memutus mata rantai penyebaran namun tidak didukung oleh masyarakat, semua kegiatan kita lakukan terasa sia-sia. Maka dari itu, kami meminta dukungan dari masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Bumi Andan Jejama dengan menerapkan prokes saat melakukan kegiatan di luar rumah,” katanya. (CK1/S1)
umar@lampungpost.co.id







