PEMBERIAN vaksinasi Covid-19 ternyata memiliki rentang atau waktu pemberian yang berbeda-beda antara pemberian vaksin pertama dan kedua. Hal ini tergantung dari jenis atau merek vaksin.
Berdasar pada petunjuk klinis Kementerian Kesehatan Indonesia, berikut adalah perbedaan dosis dan rentang waktu pemberian vaksin berdasar pada masing-masing merek.
– Vaksin Sinovac disuntikkan dua kali. Masing-masing dosis diberikan sebanyak 0,5 ml. Rentang jarak vaksinasi 14 hari.
– Vaksin Sinopharm digunakan dua kali dan masing-masing dosis diberikan sebanyak 0,5 ml. Rentang vaksinasinya 21 hari.
– Untuk lakukan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca, diperlukan satu hingga dua suntikan. Dosis yang diberikan 0,5 ml. Penyuntikan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 4—12 pekan. Vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM).
Jika sebelumnya Anda pernah terkena Covid-19, vaksin AstraZeneca dapat diberikan setidaknya enam bulan setelah Anda sembuh. Jika Anda baru saja menerima terapi plasma konvalesen, vaksinasi harus ditunda hingga minimal 90 hari setelah terapi.
– Sedangkan untuk vaksin Novavax, diperlukan penyuntikan dua kali dengan dosis 0,5 ml/suntik. Jarak yang diperlukan sekitar 21 hari dari vaksinasi pertama.
– Vaksinasi menggunakan vaksin Moderna dilakukan sebanyak dua kali. Masing-masing dosis diberikan sebanyak 0,5 ml. Rentang jarak penyuntikan selama 28 hari.
– Penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech juga dilakukan dua kali. Namun, dosisnya lebih kecil, yakni 0,3 ml/suntikan. Untuk penyuntikan kedua, Anda harus menunggu 28 hari lebih dahulu.
Mengapa rentang waktu pemberian vaksin berbeda-beda? Dr Komang Surya Brata menjelaskan rentang jarak vaksinasi Covid-19 saling berbeda karena mengikuti penelitian masing-masing perusahaan dan aturan yang sudah ditetapkan.
“Kalau perbedaannya sesuai dengan penelitian atau sesuai dengan basis dari si vaksin itu sendiri. Kalau untuk Sinovac memang inactivated virus menurut produsennya dan penelitinya memang dosis rentangnya 14 hari,” ujarnya.
Selain karena penelitian dan aturan dari perusahaan penyedia vaksin, jarak pemberian vaksin dilakukan untuk menyesuaikan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.
Perlu diingat, tidak semua merek vaksin punya riwayat efektivitas yang sama dengan Pfizer.
Jadi bisa disimpulkan, setiap vaksin memiliki formula serta bahan dasar berbeda. Maka dari itu, efektivitas masing-masing vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh manusia membutuhkan waktu berbeda pula.
Belum diketahui pasti risiko yang dapat terjadi bila menunda vaksinasi dosis kedua. Akan tetapi, vaksinasi masih akan bekerja efektif dalam tubuh bila Anda terlambat mendapatkan suntikan dosis kedua.
Sebab, dosis awal tetap bekerja dengan baik bila diberikan kepada orang yang sehat. Oleh karena itu, vaksinasi kedua pun tetap efektif walaupun terlambat diberikan.
Namun, sebaiknya Anda melakukan vaksinasi dosis lengkap. Pasalnya, bila Anda hanya menerima satu dosis vaksin, vaksinasi jadi tidak memberikan perlindungan yang maksimal bagi tubuh.
Apabila hanya mendapatkan satu dosis vaksin, artinya Anda masih bisa terkena Covid-19.
Sejauh ini tidak disarankan vaksinasi menggunakan dua merek yang berbeda, misalnya dosis pertama diberi vaksin Sinovac, lalu selanjutnya dari Moderna. Hal ini harus dicegah karena belum ada uji klinis yang meneliti kombinasi atau campuran dua vaksin.
Kita tidak tahu interaksi zat dari masing-masing merek vaksin dan efek samping apa yang dapat muncul setelahnya. Lagi pula, sampai saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan baru menerbitkan surat izin penggunaan vaksin dari Sinovac. (CK4/R5)







