ATIKA OKTARIA
KABAR baik bagi para penumpang pesawat udara. Bandara Radin Inten II telah menerapkan GeNose C-19 untuk rapid test penumpang. Harganya pun sangat murah yakni Rp40 ribu sekali tes dan sangat mudah digunakan.
“Penggunaan alat ini cukup mudah, hanya dengan mengambil napas sebanyak tiga kali. Dan dalam pengambilan napas pertama dan kedua dilakukan dengan mulut dalam keadaan masker dikenakan,” kata Ekskutif General Manager Bandara M Hendra Irawan, Senin (19/4).
Lebih lanjut, ia mengatakan untuk napas ketiga, cukup ambil napas panjang dan hembuskan ke kantong napas. Sembari T-lock (alat pengunci) ditutup, posisikan selang masih dalam mulut, agar kondisi napas tidak berkurang dari kantong.
“Untuk alat ini sendiri keuntungannya adalah tidak perlu lagi antigen dengan lakukan swab yang alatnya masuk ke dalam hidung dan mulut. Alat ini sangat ramah, terutama untuk anak-anak,” ujarnya.
Mengenai keakuratan dari GeNose sendiri, ia menjelaskan GeNose sudah dapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dan menurut laporan efektivitas atau akurasi GeNose dibanding yang lain persentasenya lebih tinggi.
“Dengan adanya tracking mudah, murah, dan cepat inilah indikator yang diperlukan dalam situasi sekarang. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit akan langsung dapat hasilnya seperti apa,” kata dia.
Dalam tingkat keakuratan juga, ia mengatakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh tim pengecekan. Kemungkinan besar cukup memberikan hasil yang memuaskan.
Irawan juga menjelaskan tren calon penumpang sejak beroperasinya alat GeNose sejak Senin (19/4) ini cukup tinggi. Dari pelayanan cek yang ada di Bandara yakni rapid antigen dan GeNose, calon penumpang lebih condong lakukan tes GeNose.
“Mungkin biaya yang murah serta mudah penggunaannya ya. Apalagi menurut laporan penumpang itu, tidak perlu sakit karena tidak ada alat yang harus colok ke hidung dan tenggorokan,” katanya.
Syaratnya
Lebih lanjut, Hendra Irawan menjelaskan syarat sebelum melakukan rapid GeNose, calon penumpang telah memiliki tiket penerbangan.
“Yang pertama adalah calon penumpang harus dalam kondisi sehat. Selain itu juga, calon penumpang telah memiliki tiket dan memesan layanan GeNose melalui aplikasi,” kata dia.
Dalam pemeriksaan, calon penumpang dilarang makan atau minum serta merokok, kecuali minum air putih 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas.
Adapun di antaranya makanan yang dihindari saat akan melakukan pemeriksaan GeNose adalah durian, petai, jengkol, kopi, rokok, dan bawang putih.
“Alat ini cukup sensitif, hal yang berbau menyengat sangat dilarang, bahkan dalam pemeriksaan, calon penumpang dilarang menggunakan parfum hingga menggunakan hand sanitizer. Sebab, bau yang menyengat akan akibatkan ketidakakurasian hasil,” ujarnya.
Selain itu juga, calon penumpang yang akan lakukan GeNose C-19 wajib lakukan aktivitas kumur. (S1)







