PUTRI PURNAMA
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung mendukung pelaksanaan vaksinasi gotong royong yang telah mulai dilaksanakan. Program vaksinasi gotong royong ini dalam rangka membantu pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Ketua Umum Apindo Lampung Ary Meizari mengapresiasi para pelaku usaha yang telah bersedia mendaftarkan perusahaannya ke Kadin untuk program vaksinasi gotong royong.
“Karena dengan percepatan pemulihan kesehatan yang lebih baik akan berdampak pada pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Jadi kalau dikatakan keberatan juga tidak, karena kami menyadari bahwa vaksinasi ini penting bagi bangkitnya perekonomian nasional,” kata dia saat diwawancarai di kantornya, Selasa (18/5).
Ary mengatakan Apindo Lampung menyambut baik atas inisiasi yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengenai vaksinasi gotong royong. Namun pihaknya juga menyayangkan lambannya proses atau penjadwalan vaksinasi kepada perusahaan yang telah terdaftar.
“Teman-teman pengusaha berfikir bahwa vaksin gotong royong ini membantu pemerintah dalam program pencegahan penyebaran Covid-19. Tetapi perlu dicatat bahwa vaksin gotong royong ini bukan kewajiban. Tetapi ini adalah inisiatif dari beberapa pelaku usaha yang memiliki kelebihan,” jelasnya.
Vaksinasi gotong royong, lanjut Ary, harus dilaksanakan oleh seluruh pelaku usaha yang tentunya memiliki dana cukup untuk mendaftarkan perusahaannya ke Kadin. Tapi menurutnya, tidak semua pelaku usaha khususnya di Lampung mempunyai kemampuan dalam hal pendanaan seperti ini.
“Kami mengimbau kepada teman-teman pengusuaha yang memiliki kemampuan dan dana lebih untuk segera mendaftarkan perusahaannya kepada Kadin dalam hal vaksinasi gotong royong itu,” ujar Ary.
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung itu mengatakan, saat ini pihaknya sedang menginventarisir perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar vaksinasi gotong royong di Kadin.
“Kalau untuk data yang mendaftar masih kami infentarisir, tapi tidak sedikit yang kami ketahui sudah mendaftar di Kadin terkait vaksin gotong royong ini. Nanti kalau sudah ada datanya kami sampaikan,” ujarnya.
Dampak Covid-19
Lebih lanjut, Ary Meizari menjelaskan bila pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun. Dampaknya sangat luar biasa bagi pelaku usaha di seluruh sektor, baik wisata hingga kuliner. Oleh sebab itu, wajar saja jika sebagian pelaku usaha tidak merespon dengan cepat program vaksinasi gotong royong.
“Program Kadin ini tidak bisa direspon dengan cepat oleh seluruh pelaku usaha, karena mereka untuk survive sendiri masih banyak yang kesulitan akibat pandemi,” katanya.
Program vaksinasi gotong royong telah dimulai pada Senin (17/5). Pengadaan vaksinasi gotong royong diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.
Dalam Permenkes itu, vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga, dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.
Pada batch pertama pendaftaran Maret lalu, ada 3000 lebih perusahaan yang mendaftar secara nasional, tapi menurut data baru 19 perusahaan yang sudah melakukan vaksinasi gotong royong ini. (S1)
putri@lampungpost.co.id







