• LAMPOST.CO
  • METROTV LAMPUNG
  • DESAKU
  • SUMA.ID
Sabtu, Februari 14, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kolom

Beban Berat  Lampung

Sri Agustina Editor Sri Agustina
28 Mei 2021
di dalam Kolom, Refleksi, Weekend
A A
Penyekatan arus balik di Pelabuhan Bakauheni untuk menekan infeksi Covid-19. (DOK. LAMPUNG POST)

Penyekatan arus balik di Pelabuhan Bakauheni untuk menekan infeksi Covid-19. (DOK. LAMPUNG POST)

Share on FacebookShare on Twitter
Iskandar Zulkarnain, Wartawan Lampung Post

PELATUN lagu Aku Memilih Setia, Fatin Shidqia Lubis harus pasrah. Selama di karantina, hatinya bercampur aduk. Takut tapi semangat ingin cepat sembuh. Belakangan, dia diketahui  terpapar Covid-19 dan harus dirawat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kini, wanita ayu itu dinyatakan sudah sembuh dan diperbolehkan kembali pulang ke rumah.

Tidak hanya Fatin yang positif virus corona. Dia bersama komika Arafah Rianti harus merelakan diri diisolasi agar tidak menularkan Covid-19 kepada teman atau keluarganya. Dalam kanal YouTube-nya, Fatin merasakan awal mula teridentifikasi  Covid-19 ketika satu acara dengan Arafah. Dirinya ada rasa sakit di tubuh serta gejala radang.

“Awalnya merasa radang tenggorokan dan sempat ke dokter. Lalu dikasih obat. Tapi makin lama kok makin enggak enak badan. Itu sampai dua hari. Sedangkan kalau radang atau demam jika sudah dikasih obat, beberapa jam sudah enak,” cerita Fatin dalam video yang diunggah pada Selasa (25/5).

BACA JUGA

Percepat Pembenahan TPA Bakung demi persiapkan PLTSa 2026

Guru PJOK Punya Peran untuk Membantu Pencegahan Penyakit

Ini Inovasi HiLo Demi Gaungkan Semangat #NabungOtot

Dari Jari-Jari Kecil ke Dunia Teknologi

Beberapa hari kemudian, Fatin dijadwalkan menyanyi. Dia pun langsung melakukan tes antigen. Dari situlah, dia tahu positif Covid-19. Saat radang tenggorokan, dirinya demam dengan suhu tubuh tubuh 40 derajat Celsius. Untuk kebaikan bersama, Fatin langsung melakukan isolasi mandiri selama tiga pekan di Wisma Atlet.

Dalam unggahannya di Instagram, Rabu, (26/5), Fatin pun berucap lolos dari positif Covid-19 sebuah nikmat. Dia mendapat pelajaran yang sangat berharga setelah dinyatakan positif dan harus dirawat.  “Berdiri saja tidak sanggup sampai pingsan. Apalagi berjalan. Harus pakai bantuan oksigen. Susah tidur dan sakit semua. Pengalaman yang enggak akan aku lupain, yang bener-bener makin mengapresiasi kesehatan,” tulisnya.

Fatin pun berpesan kepada khalayak untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak termakan isu hoaks terkait Covid-19. Berbekal dari pengalaman isolasi di Wisma Atlet, dia juga menyampaikan ketika tubuh merasa tidak enak, cepat-cepat mengecek gejala serupa Covid-19 dengan tes dan isolasi.

“Betapa tubuh kita ini bisa kuat banget, bisa rapuh juga. Jaga kesehatan. Selain itu, saat ini pandemi Covid-19 masih ada, tetapi ada juga penyakit lain. Ya memang harus jaga kesehatan, dan jangan menyebarkan hoaks. Jangan karena keegoisan diri sendiri, malah berimbas kepada orang lain juga.”

Itulah cerita Fatin–bagaimana dia berjuang sembuh dari Covid-19. Wabah corona yang sudah setahun tiga bulan melanda Indonesia juga dunia belum ada tanda-tanda mereda. Tren angka penularan sempat melandai, sejak 20 Mei lalu. Usai libur Idulfitri 1442H angka kasus harian kembali berada di atas 5.000. Angka itu, berapa pun jumlahnya adalah kabar buruk.

Buruk karena anak-anak bangsa melalaikan protokol kesehatan (prokes), memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Bahkan, warga juga masih berkerumun dan tidak mengurangi aktivitasnya. Angka kenaikan pasca-liburan adalah peringatan bahwa masa darurat pandemi belum usai. Bahkan penularan kian masif karena virus sudah membentuk varian baru.

Kebijakan larangan mudik Lebaran selama 6—17 Mei lalu, berhasil menekan kenaikan kasus positif hanya 5%. Tapi, rakyat mengakalinya dengan mudik lebih awal juga balik dari kampung halaman di akhir masa larangan. Apa yang terjadi?  Kementerian Perhubungan mencatat, pasca-larangan mudik berakhir 18 Mei, ternyata terjadi pergerakan penumpang 279 ribu orang atau naik 191,6% ketimbang sehari sebelumnya tercatat 95 ribu orang.

***

Kenaikan arus penumpang–secara terang benderang terjadi di Lampung. Provinsi di ujung Sumatera ini melakukan penyekatan bagi penumpang di tujuh ruas tol dan jalan lintas. Hasilnya? Terdeteksi 889 pemudik terpapar Covid-19 per Kamis (27/5). Renungkan jika pelarangan itu diperpanjang sampai 31 Mei nanti? Angkanya dipastikan akan menyentuh 1.000 orang.

Mereka diisolasi di beberapa rumah sakit dan fasilitas publik di Lampung. Persoalannya adalah mampukah rumah sakit menampung pasien Covid-19? Jangan-jangan imbas diisolasi di Lampung ini, angka Covid-19 daerah ikut naik juga karena rentan penularan. Pemeriksaan wajib itu tidak ada alasan lain, karena Lampung ingin menyelamatkan Jawa dari penularan virus.

Setiap pelaku perjalanan yang melewati pos penyekatan dilakukan swab test antigen. Lampung menyiapkan 52 ribu alat rapid test antigen. Sebanyak 12 ribu alat dari Dinkes Lampung dan 40 ribu dari pihak KKP. Wajar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengapresiasi kerja keras Lampung.

“Kami sangat mengapresiasi kerja terstruktur Satgas Penanganan Covid-19 Lampung sehingga banyak terjaring penumpang terpapar Covid-19,” kata Budi dan Doni, Sabtu (22/5). Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Polda, serta Korem terus memperketat arus penumpang menuju Jawa. Bumi Ruwa Jurai ini jika tidak kompak menangani virus, apa jadinya pulau seberang?

Sejak awal diingatkan Arinal bahwa gubernur se-Sumatera agar bahu-membahu melakukan penyekatan lokal jika warganya ada mudik pulang kampung, dan kembali ke perantauan. Ternyata keinginan tulus Lampung itu tidak dihiraukan para pemangku kepentingan provinsi lainnya. Buktinya hingga Kamis pekan ini, terjaring warga di luar Lampung terpapar virus di pos penyekatan menyentuh 889 orang. Jumlah yang tidak sedikit!

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana bersama tim terpadu mengaktifkan posko-posko penyekatan untuk menjaring pelaku perjalanan orang tanpa gejala (OTG) untuk dikarantina. Pemilik hotel yang ada di kabupaten dan kota dinego agar bisa dijadikan tempat isolasi bagi OTG. ”Kebanyakan pelaku perjalanan ini tanpa gejala,” kata Reihana.

Jangan dianggap remeh! Wajar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau pemerintah daerah di Pulau Sumatera menekan pergerakan orang  yang melakukan perjalanan ke luar daerah diharuskan melakukan tes antigen atau PCR di daerah asal. “Jika imbauan dipatuhi, semua penumpang yang terpapar Covid-19 tidak menumpuk di Lampung,” kata  Ketua IDI Bandar Lampung Aditya M Biomed, pekan ini.

Dokter ini mendesak Pemerintah Pusat untuk membantu Lampung agar penumpang yang terjaring Covid-19 itu tidak semuanya dibebankan ke Lampung. “Ini kan kami jadi kelabakan, tempat isolasi bagi positif pelaku perjalanan sudah penuh? “ kata dia. Kini hotel dan asrama haji juga dibidik untuk mengisolasi warga dari luar Lampung. Siapa yang menanggungnya?!

Yang jelas persoalan yang dihadapi selain mengisolasi pelaku perjalanan adalah suplai makanan, vitamin, obat-obatan, air bersih. Kebutuhan mereka yang menanggungnya, siapa? Mereka bukan warga daerah ini. Tapi karena nasionalisme dalam bingkai keindonesiaan, semua ini dilakukan Lampung demi menyelamatkan nyawa anak-anak bangsa. Ini sangat mulia! ***

Tags: Beban BeratPenyekatan Covid-19Refleksi
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

E-Paper Lampung Post, Edisi Jumat, 28 Mei 2021

Posting berikutnya

Wisata Kebun Jeruk Rulungmulya Siap Dikunjungi 

Sri Agustina

Sri Agustina

Posting berikutnya
AGROWISATA JERUK. Lokasi kebun jeruk di Relungmulya, Natar, Lampung Selatan, menjadi destinasi wisata yang bisa dikunjungi warga untuk menikmati perkebunan sambil mencicipi buah jeruk yang manis dan segar. (LAMPUNG POST/FEBI HERUMANIKA)

Wisata Kebun Jeruk Rulungmulya Siap Dikunjungi 

setengah hati

Perpanjangan Larangan

BEI Kembangkan Investasi Berkelanjutan

Investasi Jeblok, Pengangguran Turun!

Ruang isolasi tambahan seiring meningkatkan kasus Covid-19. (DOK.LAMPUNG POST)

Kemenkumham Siapkan Ruang Isolasi Warga Binaan

Suasana ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung. (LAMPUNG POST/ZAINUDDIN)

BPBD Metro Fasilitasi Kelengkapan Ruang Isolasi KTN

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 13 Februari 2026 13 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 12 Februari 2026 12 Februari 2026
  • Como Cetak Sejarah ke Semifinal Coppa Italia 11 Februari 2026
  • Carrick Kecewa MU Ditahan Imbang West Ham 11 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 11 Februari2026 11 Februari 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 09 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Cerita Dewasa

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 12 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 10 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

 

LampungpostID adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

LampungpostID © 2022

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

LampungpostID © 2022

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?