KELOMPOK Petani di kampung nambah dadi Kecamatan Terbangi Besar Lampung Tengah, Mengagas Pupuk Organik untuk mengatasi Kelangkaan Pupuk yang sering terjadi Saat Musim Tanam.
Perihatin akan langkanya Pupuk Saat Musim Tanam datang, Kelompok Tani Buso Mandiri membuat Pupuk Organik dari bahan kotoran hewan ternak, abu bekas arang, tangkos sawit, sekam atau kulit gabah, bekatul dan bakteri state untuk mencukupi kebutuhan makro dan mikro untuk tanaman.
Bahannya sangat mudah didapatkan disekitar tempat tinggal.
Suharman ketua kelompok Tani mengatakan beragam Pupuk Organik yang berhasil di buat dari kelompok Tani berkat bimbingan seorang ahli pertanian yakni Surono Danu. Para anggota kelompok Tani sudah banyak menggunakan Pupuk padat maupun cair hasil inovasi sendiri.
Tujuan pembuatan Pupuk adalah mengantisipasi Kelangkaan yang kerap terjadi diwaktu Musim Tanam seperti Saat ini untuk membantu Petani agar dapat bercocok Tanam meskipun tampa menggunakan Pupuk kimia, Selasa (28/9).
Godek, Salah satu Petani kampung mengatakan telah dua kali panen hasilnya sangat memuaskan dengan menggunakan pupuk organik buatan kelompok Tani.
“Selain mudah di dapatkan, Pupuk ini sangat hemat biaya tanam, sebab penggunaan Pupuk kimia nya lebih hemat,” ujar godek.
Pupuk Organik ini dapat di gunakan oleh tanaman jenis padi, jagung, singkong dan tanaman lainnya.
Pupuk organik buatan kelompok tani diharapkan menjadi solusi apabila pupuk kimia langka dipasarkan dikawasan kampung nambah dadi khususnya dan umumnya di kabupaten Lampung Tengah, sehingga petani dapat bercocok tanam seperti biasanya. (TV6/O1)






