PASUKAN oranye Kelurahan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, menghadirkan Waste Management Corner (WMC) sebagai inovasi wadah pemilahan sampah dari warga setempat.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Guntur, Imam Safei menjelaskan, WMC merupakan wadah pemilah sampah yang ditujukan untuk menjadikan sampah tersebut bernilai jual.
“Kami meminimalkan pengiriman sampah di tingkat warga ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Dulunya kita mengirim tiga gerobak motor berisi sampah ke sana,” ujar Imam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (4/2).
Melalui WMC ini, petugas PPSU atau pasukan oranye nantinya mengangkut sampah dari pekarangan rumah warga dan diikuti dengan sosialisasi tentang pemilahan sampah serta pengumpulan minyak jelantah. “Sekarang karena sudah dipilah (pengiriman) berkurang menjadi satu gerobak saja,” kata dia.
Meski kurang dilirik oleh orang banyak, Imam mengatakan, banyak keuntungan dari memilah sampah. “Pemilahan sudah dilakukan beberapa bulan ke belakang. Kita mengumpulkan barang daur ulang dan menjualnya ke bank sampah,” ujarnya.
Setiap minggu dia bisa memperoleh Rp300 ribu dari penjualan barang daur ulang. “Uangnya untuk operasional anggota,” katanya.
Harga barang tak terpakai tersebut bervariasi, seperti tembaga yang dihargai Rp73 ribu, kardus Rp 3.000 dan polybag Rp400 per kilogram (kg).
Imam berharap setiap Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mendirikan bank sampah agar sampah dipilah dan mengurangi suplai sampai ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan dapat mengurangi produksi sampah sekitar 23 persen atau 345 ton per hari. Saat ini, setiap harinya produksi sampah di wilayah Jakarta Selatan baik organik maupun non organik mencapai 1.500 ton. (MI/D2)







