PROGRAM BRI Peduli memberikan zona spot foto di sudut hutan Mangrove, Pesawaran, Lampung. BRI melakukan hal ini pada 2021 lalu.
Namun, bukan hanya spot foto, BRI juga memberikan pojok kuliner, bagi umkm yang ingin menjajakan produknya.
Toni Yunizar pelestari Mangrove di Pantai Petengoran Pesawaran Lampung menuturkan pada sore hari jika beruntung pengunjung bisa melihat burung elang putih, perkutut, burung ayam-ayaman, serta bangau putih di lokasi tersebut.
Selanjutnya, pengunjung bisa melihat nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar pantai. Menurut Tony, keuntungan bila ekosistem terjaga yakni stok ikan bisa terjaga pula. Di sekitar sini, nelayan sudah diedukasi untuk tidak menggunakan bom saat mencari ikan serta jalan yang besar. Nalayan hanya boleh menggunakan pancing atau jala ukuran kecil. “Kalau jala (besar) ada radius tertentu,” katanya, Sabtu 5 Maret 2022.
Untuk bisa menikmati spot foto ini, pengunjung bisa berdonasi Rp15 ribu per orang. Donasi itu bukan untuk kepentingan ekonomi semata, melainkan untuk pembibitan mangrove, serta aksi penanaman di lapangan.
“Dananya juga akan kembali ke alam,” tambahnya.
Menurut Tony, pembibitan biji mangrove sampai siap tanam membutuhkan waktu sekitar 8 bulan. Untuk pembibitan mangrove ini dilakukan di rumah warga, karena pembibitan mangrove bisa dilakukan pada lingkungan air tawar. Ia pikir, konsep konservasi ini memang tak berbicara soal bisnis. “Kalau gak dilakukan konservasi di sini, mau dimana,” ujarnya.
Diketahui konsep Edukasi Wisata Mangrove digagas di era kepemimpinan Hi. Dadang selaku Kepala Desa yang di sepakati Bersama Pelestari Mangrove Petengoran dan Warga.
Tantangan Hutan Mangrove di Lampung
Menikmati pantai bukan lagi melulu soal pasir yang putih, tapi datang ke pantai bisa juga dengan aksi membantu donasi konservasi. Konsep ini yang dilakukan oleh Tony Yunizar, pelestari mangrove di Lampung.
Menurutnya, mangrove sudah mulai menipis di pesisir pantai Lampung. Aksi Toni Yunizar dan relawan pelestari mangrove masih tetap ada untuk menjaga hutan di pesisir pantai.

Pelestari Mangrove di Desa Gebang, Pesawaran, Lampung secara tertulis memang ada 15 orang. Tapi nyatanya, ada bantuan komunitas lain yang ikut membantu pelestarian mangrove, sebut saja NGO Mitra Bentala dan komunitas pencinta alam dari berbagai kampus di Lampung. Kemudian, aksi penanaman mangrove serta diskusi pun selalu dihadirkan saat ada kegiatan.
Toni merencanakan ke depan akan dibangun aula kapasitas 200 orang supaya ada kegiatan di dalam ruangan juga. Pada 2021 lalu, pihak Bank BRI melalui program BRI Peduli memberikan bantuan spot foto di Pantai Petengoran ini. Ia harap, spot foto itu akan disertai produk UMKM asal desa setempat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi desa.
Pria berusia 46 tahun ini menuturkan, sejak pandemi Covid-19 pengunjung hutan mangrove memang turun. Apalagi, di Pojok Kuliner belum ada kenaikan signifikan karena budaya warga yang datang membawa makanan dan minuman sendiri.
Menurut Tony, ke depan akan ada tawaran menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu atau kano. Lorong hutan itu bia menuju pantai lain di sekitarnya seperti ke pasir timbul.
Sementara itu, Aan penjaga pantai mangrove menjelaskan masiha da kendala di pantai mangrove seperti belum ada penerangan jalan menuju pantai pada malam hari. Jarak dari jalan raya menuju pantai bisa sampai 1 KM. Kemudian, pusat oleh-oleh yjuga belum terbentuk misalnya oleh-oleh Ikan asin dan terasi Lampung. (IAN)







