RAEZA HANDANNY AGUSTIRA
KAMPUNG Sriwijaya Mataram Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah membangun jalan Onderlagh sepanjang 3 kilometer, menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021.
Kepala Kampung Sriwijaya, Sunyoto mengatakan dana yang dihabiskan untuk membangun jalan tersebut mencapai Rp 200 juta.
Menurut dia, 3 Km jalan Onderlagh tersebut tersebar di sejumlah jalur. “Karena yang menjadi prioritas salah satunya di jalur pertanian supaya masyarakat lebih mudah dalam mengeluarkan hasil pertanian,” kata dia kepada Lampung Post, Kamis (17/3).
Pembangunan jalan berada di dusun srirahayu, dusun sriwidodo, dusun srikaton serta dusun srimukti yang pembangunannya dibagi dalam beberapa termin.
Dia menambahkan, bahwa di kampungnya terdapat 28 KM jalur desa yang merupakan jalan kampung. Tak hanya itu, jika ditambah dengan jalur pertanian bisa mencapai 40 kilometer.
“Disini, tidak ada jalan kabupaten. Jadi perawatan dan pembangunannya mengunakan anggaran desa. Banyak dusun yang masih jalan tanah,” ujar dia.
“Disini, tidak ada jalan kabupaten.”
Dia berharap, masyarakat dapat sejahtera dan bisa mengeluarkan hasil panennya dengan mudah. Karena jalan desa, perawatan dan perbaikannya tergantung masyarakat.
“Tahun ini, kami rencananya akan membangun jalan Onderlagh di dusun srilertari, sribakti dan srimukti, sepanjang 900 meter,” katanya.
Bangun Lapangan
Sebelumnya diberitakan Lampung Post, Kampung Varia Agung Kecamatan Seputihmataram, Lamteng membangun lapangan futsal, voli, tujuh titik gorong-gorong serta talut sepanjang 1.000 meter bersumber dari DD Tahun 2021.
Kepala Kampung Varia Agung, Sudi mengatakan keberadaan lapangan fustsal diharapkan dapat menghasilkan pemasukan bagi pemuda dan kampung setempat, usai dibangun pagar keliling di lapangan setempat.
Selain itu, pihaknya juga membangun gorong-gorong yang ada di dusun lima dan tujuh, serta talut sepanjang 1.000 meter di dusun satu yang diperuntukkan bagi masyarakat yang memelihara sapi, agar lebih memudahkan membuang limbah kotoran sapi.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya bisa merawat infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah kampung, karena memang peruntukannya diprioritaskan bagi masyarakat. (D2)
raeza@lampungpost.co.id






