• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Rabu, Maret 18, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Baca Gratis

Waspadai Demam Keong yang Menyerang Organ Dalam Tubuh

Sri Agustina Editor Sri Agustina
23 Februari 2023
di dalam Baca Gratis, Headline 1
A A
Di Indonesia schistosomiasis cuma ada di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Poso dan Kabupaten Sigi. (Foto: Dok.Medcom)

Di Indonesia schistosomiasis cuma ada di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Poso dan Kabupaten Sigi. (Foto: Dok.Medcom)

Share on FacebookShare on Twitter

Lampungpost.id–Schistosomiasis adalah penyakit parasit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing darah (cacing trematoda) dari genus Schistosoma.

Perkiraan menunjukkan bahwa setidaknya 251,4 juta orang memerlukan pengobatan pencegahan pada tahun 2021. Pengobatan pencegahan, yang harus diulang selama beberapa tahun, akan mengurangi dan mencegah morbiditas.

Schistosomiasis sering ditemukan di benua Afrika, namun tidak sedikit kasus yang ditemukan di daerah lain seperti Timur Tengah, Amerika Selatan, hingga berbagai negara di Asia Tenggara.

BACA JUGA

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Di Indonesia sendiri, schistosomiasis cuma ada di provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Poso dan Kabupaten Sigi. Bahkan menjadi satu-satunya endemis di wilayah Asia Tenggara.

Penyakit ini juga disebut dengan “demam keong” karena penularannya melalui larva infektif yang hidup di dalam tubuh keong.

Melansir situs resmi WHO, orang akan terinfeksi ketika bentuk larva dari parasit – yang dikeluarkan oleh siput air tawar – menembus kulit selama kontak dengan air yang terinfeksi.

Penularan terjadi ketika penderita schistosomiasis mencemari sumber air tawar dengan feses atau urine yang mengandung telur parasit, yang menetas di air.

Di dalam tubuh, larva berkembang menjadi schistosomes dewasa. Cacing dewasa hidup di pembuluh darah tempat betina mengeluarkan telur. Beberapa telur dikeluarkan dari tubuh melalui feses atau urine untuk melanjutkan siklus hidup parasit.

Yang lain terperangkap dalam jaringan tubuh, menyebabkan reaksi kekebalan dan kerusakan progresif pada organ.

Demam keong ini sebagian besar memengaruhi populasi pertanian dan perikanan. Wanita yang melakukan pekerjaan rumah tangga di air yang tercemar, seperti mencuci pakaian, juga berisiko dan dapat mengembangkan schistosomiasis genital wanita.

Kebersihan yang tidak memadai dan kontak dengan air yang terinfeksi membuat anak-anak sangat rentan terhadap infeksi.

Gejala yang ditimbulkan

Schistosomiasis usus dapat menyebabkan sakit perut, diare, dan darah dalam tinja. Pembesaran hati sering terjadi pada kasus lanjut dan sering dikaitkan dengan akumulasi cairan di rongga peritoneum dan hipertensi pembuluh darah perut. Dalam kasus seperti itu mungkin juga ada pembesaran limpa.

Tanda klasik schistosomiasis urogenital adalah hematuria (darah dalam urine). Kerusakan ginjal dan fibrosis kandung kemih dan ureter terkadang didiagnosis pada kasus lanjut.

Kanker kandung kemih adalah komplikasi lain yang mungkin terjadi pada tahap selanjutnya. Pada wanita, schistosomiasis urogenital dapat muncul dengan lesi genital, perdarahan vagina, nyeri saat berhubungan seksual, dan nodul di vulva (pertumbuhan jaringan yang tidak normal).

Pada pria, schistosomiasis urogenital dapat menyebabkan patologi vesikula seminalis, prostat, dan organ lainnya. Penyakit ini juga dapat memiliki konsekuensi ireversibel jangka panjang lainnya, termasuk kemandulan.

Pada anak-anak, schistosomiasis dapat menyebabkan anemia, stunting, dan berkurangnya kemampuan belajar, walaupun efeknya biasanya reversibel dengan pengobatan.

Pengobatan schistosomiasis

Pengobatan utama pada penyakit ini adalah dengan pemberian Praziquantel. Menukil laman Halodoc, selama belum ada kerusakan organ, obat ini dapat membantu mengatasi infeksi dari cacing parasit penyebab schistosomiasis.

Praziquantel tidak dapat digunakan sebagai pencegahan. Pada kasus schistosomiasis yang menyerang sistem saraf pusat, pemberian steroid dapat dilakukan.

Demam keong atau schistosomiasis ini belum ada vaksin atau obat yang bisa mencegah terjadinya penyakit. Yang bisa dilakukan masyarakat di daerah dengan kasus schistosomiasis yang tinggi, sebaiknya menghindari mendayung, mencuci, atau berenang di air tawar.

Jika harus melewati aliran air tawar atau sungai, gunakan sepatu boots antiair. Apabila air minum berasal dari sumber air yang mungkin terkontaminasi, jangan lupa untuk merebus dan menyaring air tersebut sebelum dikonsumsi.

Bila mengalami gejala sistemik seperti demam, nyeri otot dan sendi, nyeri kepala, yang disertai dengan ruam yang terasa gatal, terutama setelah bepergian ke daerah endemik schistosomiasis, segera periksakan ke tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum timbul adanya gejala lebih lanjut dan komplikasi. (MED)

Tags: Demam Keoangkesehatan
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Musrenbang RKPD Kabupaten di Kecamatan adalah Satu Kesatuan

Posting berikutnya

Kantin Sehat SMP di Bandar Lampung

Sri Agustina

Sri Agustina

Posting berikutnya

Kantin Sehat SMP di Bandar Lampung

Muhammad Kenzi Alfaro (16 bulan) bersama ibundanya di kediaman mereka, Jalan Manunggal 5, Kampung Tambun Permata, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Balita 16 Bulan Obesitas Pakai Baju Ayah hingga Sulit Cari Popok

Polres Lambar menyita barang bukti berupa kotak kayu berisi seekor kucing hutan atau kucing kuwuk. (Dok Polres)

Seekor Kucing Dilindungi Diselundupkan dari Sumsel ke Lampung

Rp56 miliar

Presiden Sentil Kepala Daerah Soal Urus Perizinan Investasi

Seorang nenek berusia 73 tahun ditemukan tewas dalam sumur. (Dok. Polsek)

Seorang Nenek di Pringsewu Ditemukan Tewas dalam Sumur

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 18 Maret 2026 18 Maret 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 17 Maret 2026 17 Maret 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 16 Maret 2026 16 Maret 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 13 Maret 2026 13 Maret 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 12 Maret 2026 12 Maret 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 13 Maret 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 17 Maret 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 16 Maret 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 11 Maret 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 12 Maret 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?