• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Minggu, Mei 10, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kolom Refleksi

Isi Langit

Aplikasi yang dilengkapi berbagai fitur tidak semata digunakan bagi karyawan di kantor, tapi juga di lapangan. (Ilustrasi : Kareni/pixabay.com)

Wandi Barboy Editor Wandi Barboy
22 Maret 2019
di dalam Refleksi
A A
Share on FacebookShare on Twitter
Iskandar Zulkarnain Wartawan Lampung Post
Iskandar Zulkarnain Wartawan Lampung Post

SEPERTI apa infrastruktur langit itu? Dalam kasat mata saja, dapat dilihat ada gugusan bintang, bulan, awan keputihan membentang di langit biru seperti hamparan padang pasir nan luas. Kekuasaan tiada tandingnya jika anak manusia sudah bisa menguasai langit! Negara adidaya pun berlomba-lomba membuat satelit untuk menguasai alam semesta dan isinya.

Indonesia? Sudah bersiap membangun infrastruktur di jagat raya untuk menopang dan mendorong program digital. Satelit Palapa Ring itulah yang menghubungkan berbagai aktivitas menumbuhkan start-up dan unicorn, sehingga terbuka lapangan kerja baru pada era globalisasi. Saat ini saja, sudah 1.000 start-up. Pada 2024 nanti akan tumbuh 3.500 start-up baru lagi.

Adalah calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan itu dalam debat putaran ketiga cawapres , Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam lalu. Bukan hanya infrastruktur darat, laut, dan udara, melainkan juga Pemerintah Jokowi telah membangun infrastruktur langit, kata Ma’ruf.

BACA JUGA

Wukuf di Arafah dan Keutamaan Berhaji

Perjuangan Belum Berakhir!

 Lampung Begawi dan Derajat UMKM

Kembalikan Tradisi Juara Umum

Sangat penting memang. Program visioner untuk membuat anak-anak bangsa siap menghadapi tantangan 10 tahun mendatang atau ten years challenge. “Start-up untuk membuka lapangan kerja anak cucu kita,” ucap Ma’ruf dengan nada yakin. Ide cemerlang pembangunan infrastruktur langit akan diadopsi pasangan capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, mengakui gagasan dan ide Ma’ruf itu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi sektor digital. “Dengan adanya infrastruktur langit (Palapa Ring, red) dan ekonomi digital telah menumbuhkan 1.000 start-up dalam tempo lima tahun,” kata Priyo, usai menyaksikan debat cawapres.

Sebenarnya pengembangan usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) sudah mewabah di negeri ini. Bahkan tumbuh subur seiring kemajuan teknologi. Usaha berbasis digital ini salah satu bisnis yang menjanjikan. Mengapa? Karena setengah pendapatan domestik bruto (PDB) negara di kawasan Asia Pasifik berasal dari sektor digital.

Membangun start-up berangkat dari kebutuhan yang dihadapi rakyat. Kehadiran start-up memberikan solusi melalui pengembangan produk. Mau contoh? Chief Executive Officer (CEO) dan Co-founder Simplidots membuat sistem yang mengatur distribusi secara digital. Perusahaan itu memberikan sistem daring yang terintegrasi bagi kepentingan distributor.

Aplikasi yang dibangun Simplidots itu lebih modern, akurat, efisien, dan efektif. Biasanya, distributor banyak melibatkan sales post, sales man, collector, dan driver untuk mengantarkan barang. Semuanya catatan penjualan dibawa ke kantor untuk diinput. Dengan sistem itu tadi, kegiatan pengantaran, collector langsung dipantau dari aplikasi. Efisien kan?

Baca juga : https://lampost.co/epaper/kolom/refleksi/perang-pemikiran/

Aplikasi yang dilengkapi berbagai fitur tidak semata digunakan bagi karyawan di kantor, tapi juga di lapangan. Melalui aplikasi mobile itu, karyawan penjualan (sales), kurir pengantar barang, hingga staf penagih utang bisa diselesaikan secara cepat. Start-up berbasis teknologi digital memudahkan pekerjaan. Itu salah satu karya anak bangsa.

Bagi anak bangsa yang ingin bersaing di era global haruslah kreativitas

Pola Baru

Kehebatan start-up merupakan bisnis yang membuat pola baru dengan penyertaan modal. Bisnis seperti ini dibutuhkan jiwa kewirausahaan dalam mengelola start-up. Yang jelas, bisnis ini banyak ditekuni generasi milenial. Tidak jarang pengembangan start-up mengalami kegagalan.Mengapa? Karena start-up tidak memberikan solusi dan manfaat bagi konsumen.

Harusnya bisnis perusahaan start-up melakukan ekspansi lebih dahulu, barulah memikirkan untung. Tidak seperti bisnis konvensional yang selalu mengejar profit. Melesatnya start-up berawal rugi sambil mengejar valuasi. Negeri ini baru memiliki empat start-up berlevel unicorn alias memiliki valuasi Rp13 triliun atau 1 miliar dolar AS.

Unicorn yang sudah dimiliki Indonesia terbagi tiga jenis industri. Pertama Go-Jek merajai sektor transportasi hampir di seluruh pelosok Nusantara. Lalu Tokopedia dan Bukalapak di marketplace. Dan ketiga, Traveloka yang memanjakan anak-anak bangsa yang memiliki hobi jalan-jalan.

Laman Tech In Asia menyebutkan Traveloka mengakuisisi Pegipegi, Mytour dari Vietnam, dan Travelook dari Filipina. Nilai sangat fantastis di angka 66,8 miliar dolar AS. Perusahaan teknologi raksasa berkelas dunia seperti Google awalnya seperti Traveloka. Mereka juga mengakuisisi perusahaan lain yang cocok dengan Google.

Bahkan, Menkominfo Rudiantara memberikan sinyal bahwa tahun depan perusahaan start-up Indonesia naik kelas dari unicorn menjadi decacorn. Perusahaan yang dimaksud itu, menteri masih merahasiakan. Sebelumnya, perusahaan transportasi asal Singapura—Grab meraih gelar decacorn karena memiliki valuasi Rp140 triliun atau 10 miliar dolar AS.

Tak hanya Menkominfo yang perhatian dengan start-up, Mendikbud Muhadjir Effendy juga mengingatkan generasi milenial. Bagi anak bangsa yang ingin bersaing di era global haruslah kreativitas. “Mari kita dorong anak-anak muda membangun mimpi besar dalam melihat masa depan,” kata Menteri. Globalisasi mendatangkan manfaat namun perlu juga menyikapinya secara bijak melalui penanaman nilai-nilai pendidikan.

Indonesia pasti bisa. Perusahaan start-up yang melesat harus memiliki kemampuan profesional di bidang teknologi finansial. Memiliki ilmuwan data dan pakar keamanan siber. Start-up juga melibatkan profesional dalam bidang musik, hiburan digital, produksi gim, dan film. Dalam hitungan hari, bisnis tersebut melambung.

Pastikan negeri ini maju dan hebat. Karena pemerintahan Jokowi sudah membangun 1.000 start-up. Dan pada 2024 nanti, akan tumbuh 3.500 start-up baru seperti jamur hidup di musim hujan. Penikmatnya adalah generasi milenial yang hidup saat ini. Masih juga tidak mau membantah? Semuanya akan diremote dari jari-jari anak bangsa yang berkreativitas. ***

Tags: aplikasiinfrastrukturkreativitasstart up
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Musala Kayu nan Artistik

Posting berikutnya

Tongkat Keberuntungan

Wandi Barboy

Wandi Barboy

Posting berikutnya

Tongkat Keberuntungan

Terorisme

Waspada Transformasi Terorisme

Mendaraskan Syukur lewat Wiwitan

Terorisme

Hoaks Bentuk Terorisme Baru

Kebun

Durian 1 Hektare

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 08 Mei 2026 8 Mei 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 07 Mei 2026 7 Mei 2026
  • Ketika Harga Plastik Mahal, Shrinkflation Menjadi Jalan Pintas Industri 6 Mei 2026
  • Pendidikan yang Memerdekakan dan Beradab 6 Mei 2026
  • Menyelamatkan Pendidikan dari Reduksi Ekonomi 6 Mei 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Opini

    Opini

    1 shares
    berbagi 1 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 06 Mei 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 04 Mei 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 07 Mei 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 05 Mei 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?