Hasil Pencarian untuk 'TRADISIONAL'

Giliran Harga Beras Kembali Naik di Pasaran

van edt18.46 EKO02-01-05 Harga Beras Dipasar Tradisional Bandar Lampung Naik Beras merek Raja Udang ukuran 10 kg saat ini dijual Rp128 ribu dari sebelumnya Rp123 ribu. YUDI WIJAYA yudi@lampungpost.co.id PASCA-Natal dan Tahun Baru, harga beras di sejumlah pasar tradisional Bandar Lampung kembali naik sejak sepekan terakhir. Pedagang sembako di Pasar Tamin, Nurik, mengatakan harga beras naik Rp1.000/kg untuk semua merek. “Harga beras rata-rata naik Rp1.000/kg. Dari yang awal Rp11 ribu/kg naik menjadi Rp12 ribu/kg, kemudian beras yang sebelumnya dijual Rp12 ribu/kg naik menjadi Rp13 ribu/kg,” kata Nurika, Rabu (4/1) Tidak hanya itu, harga beras karungan ukuran 10 kg juga naik antara Rp2.000 dan Rp5.000/kg. Beras merek Raja Udang ukuran 10 kg saat ini dijual Rp128 ribu dari sebelumnya Rp123 ribu. Hal senada juga dikatakan Uus, pedagang sembako lainnya. Ia menjelaskan jika kenaikan harga beras terjadi sejak akhir 2022 lalu. “Harga beras naik berkisar Rp1.000 /kg. Kenaikan harga beras ini kemungkinan karena stoknya yang menipis,” ujarnya. Ia berharap pada awal tahun ini harga beras turun, namun sayangnya harga beras justru melambung. Sementara itu, harga telur ayam pasca-Natal dan Tahun Baru berangsur turun dari sebelumnya Rp29 ribu—Rp30 ribu/kg menjadi Rp27 ribu/kg. “Telur ayam sempat bertahan di harga Rp29 ribu/kg, namun sejak beberapa hari ini mulai turun menjadi Rp27 ribu/kgnya,” kata Yanti pedagang, di Pasar Cimeng. Hal senada dikatakan Ningsih, pedagang lainnya. Menurut dia, harga telur kembali turun di kisaran Rp27 ribu/kg. “Kemarin bertahan di harga Rp29 ribu/kg, sejak pagi tadi mulai turun di harga Rp27 ribu/kg,” ujarnya. Serap Gabah Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meminta Perum Bulog dapat memaksimalkan penyerapan gabah petani saat panen raya yang terjadi pada Maret—April setiap tahunnya karena harga gabah sedang tinggi. “Saya bersyukur kesejahteraan petani bertumbuh terus positif, utamanya harga gabah yang baik dan memberi dampak bagi kesejahteraan. Karena itu, saya meminta momentum ini dijaga hingga panen raya tiba. Jangan rusak kebahagiaan petani dengan menerima harga yang tidak layak,” kata Mentan Syahrul, Selasa (3/1). Mentan bersyukur atas kondisi harga gabah di tingkat petani yang semakin baik sehingga memberi dampak terhadap naiknya kesejahteraan petani. Ia juga meminta Perum Bulog menyerap gabah petani secara maksimal pada saat panen raya nanti. Harapannya, pendapatan petani dapat dijaga bersama, bahkan saat produksi melimpah pada masa panen raya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Desember 2022 meningkat sebesar 4,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) atau naik 17,83% secara year on year (yoy). Sedangkan untuk harga beras eceran pada Desember naik 2,3% (mtm) dan 6,23% (yoy). Selama Desember harga gabah di tingkat petani mencapai Rp5.624 per kg dan di tingkat penggilingan Rp5.748 per kg. Sementara itu, untuk harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 6,59% secara bulanan dan naik 21,75% secara tahunan. Selama Desember 2022 rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.624 per kg atau naik 17,83%, dan di tingkat penggilingan Rp5.748 per kg atau naik 17,87% dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Desember 2021.(MEDCOM.ID/E2)

Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Lampung Post Digital Premium atau log in jika sudah berlangganan. Bagi pengguna ...

Page 1 of 152 1 2 152

TOP NEWS

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?