• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Sabtu, April 11, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Baca Gratis

Cerita Erupsi Gunung Semeru

Aktivitas vulkanis ini disebut berkorelasi dengan kejadian serupa pada 1 Desember 2020.

Wandi Barboy Editor Wandi Barboy
17 Januari 2021
di dalam Baca Gratis, Headline 1, Nasional
A A
Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB. ANTARA/HO-Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur

Gunung Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB. ANTARA/HO-Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur

Share on FacebookShare on Twitter

TRIYADI ISWORO

GUNUNG Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas dengan sebaran sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu, 16 Januari 2021. Aktivitas vulkanis ini berkorelasi dengan kejadian serupa pada 1 Desember 2020.

“Melihat intensitas magmatik yang naik ke permukaan cukup tinggi, jadi masih ada satu rangkaian,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Semeru (G.Semeru), Liswanto, dalam program Headline News Metro TV (Grup Lampung Post) , Minggu, 17 Januari 2021.

BACA JUGA

Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program Gizi Gratis

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Menurut dia, aktivitas vulkanik dalam periode waktu tersebut cenderung belum menunjukkan penurunan. Intensitas guguran lava pijar juga masih tinggi. Liswanto menjelaskan awan panas yang menyembur kemarin merupakan aktivitas dari lidah lava, bukan dari kubah lava. Perbedaannya, suhunya lebih rendah.

“Karena posisi tidak stabil maka ujung dari lidah lava bentuk awan panas guguran. Jadi artinya ini bukan awan panas langsung tetapi guguran dari lidah lava,” ujarnya.

Erupsi

Pada laman akun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) Official Instagram tertera erupsi G. Semeru, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 1 jam 11 menit 27 detik. Selanjutnya, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 Km ke arah tenggara (Besuk Kobokan), berlangsung hingga pkl. 18.35 WIB.

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level II atau Waspada. Adapun sejumlah rekomendasi terkait hal ini yakni masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru. Evaluasi dan radius serta jarak rekomendasi ini untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Kemudian, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi. Selanjutnya, mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan dan mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di G. Semeru. Sebab kini banyak material vulkanik yang sudah terbentuk.

“Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat sejauh 4 kilometer dari puncak, 1 kilometer puncak dari para pendaki demi keselamatan bersama,” ujar dia.

Perkiraan Awal

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan berdasarkan pengamatan visual sementara, asap meluncur ke arah tenggara. Dugaan awan berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar berasal dari kawah Jonggring Saloko. Hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara menyesuaikan arah angin.

“Perkiraan awal lokasi awan panas guguran tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro,” kata Thoriqul. Hingga kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya diminta waspada menghadapi potensi bencana. Terutama masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan yang berpotensi banjir lahar dingin jika hujan bercurah tinggi turun.

Tim gabungan lintas kementerian/lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut. Sementara itu, hujan abu vulkanik Gunung Semeru terjadi di beberapa kecamatan.

Lima Kecamatan

Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diguyur abu vulkanik Gunung Semeru setelah erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sejauh empat kilometer.

Lima kecamatan yang diguyur hujan abu vulkanik yakni Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit, dan Kecamatan Pasirian.

“Hujan abu vulkanik Gunung Semeru mengguyur satu dusun di satu desa di Kecamatan Candipuro yakni Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Sabtu, 16 Januari 2021.

Dia menjelaskan untuk di Kecamatan Pasrujambe, hujan abu vulkanik terjadi di Dusun Munggir, Dusun Sumberingin, Dusun Tulusrejo dan Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.

Sedangkan di Kecamatan Senduro ada beberapa desa yang diguyur abu vulkanik yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.

Desa

Selanjutnya dua desa di Kecamatan Gucialit yakni Desa Sombo, Desa Gucialit, di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter.

“Kami juga membagikan masker di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Semeru,” jelasnya.

Dia kembali mengatakan untuk peningkatan material di wilayah DAS Curah Koboan sampai DAS Leprak Kamar Kajang masih belum terpantau, namun masyarakat diminta untuk selalu waspada.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa dan pengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Status Gunung Semeru juga masih tetap pada level II atau waspada,” ungkapnya.

Ia mengatakan BPBD Lumajang menugaskan TRC BPBD menilai keadaan dan berkoordinasi dengan PPGA Gunungsawur, Muspika Candipuro, Muspika Pronojiwo. Kemudian menyiagakan TRC PB BPBD dan potensi, serta mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik dengan aktivitas Gunung Semeru.

Gunung Semeru kembali meletus dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur empat kilometer ke arah Besuk Kobokan pada 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB dan aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari kawah Jonggring Saloka ke arah Besuk Kobokan.

Gunung Berapi

Mengutip laman Wikipedia, Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat[2]. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06′ LS dan 112°55′ BT.

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti “kambing gimbal”, yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai.

Wedus Gembel

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada November 1997 Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa, walaupun pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. (MEDCOM.ID/DBS)

triyadi@lampungpost.co.id

 

 

 

 

Tags: erupsiSemeruwaspada
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

E Paper Lampung Post Weekend, 17 Januari 2021

Posting berikutnya

Lampung Waspada Bencana

Wandi Barboy

Wandi Barboy

Posting berikutnya
Ilustrasi: Gempa bumi dengan kekuatan 5,4 magnitudo di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Sabtu, 16 Januari 2021. DOK BMKG

Lampung Waspada Bencana

Ilustrasi:Istockphoto.com

Kasus Covid-19 di Lampung Terus Melonjak

petugas vaksinasi

Pengembangan Jenjang Karir Profesional Perawat Klinis di Era Pandemi Covid-19

LPKR Poetra Nusantara Dukung Calon Tunggal Kapolri

LPKR Poetra Nusantara Dukung Calon Tunggal Kapolri

Satgas Beri Jaminan Sterilisasi Dari Penyebaran Covid di Fasilitas Umum

Satgas Beri Jaminan Sterilisasi Dari Penyebaran Covid di Fasilitas Umum

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 10 April 2026 10 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 09 April 2026 9 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 08 April 2026 8 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 08 April 2026 8 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 07 April 2026 7 April 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 10 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 08 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 07 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 06 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 09 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?