ANJLOKNYA harga tomat di tingkat petani di Lampung Barat hingga memicu petani setempat membuang hasil panennya, mendapat perhatian pemerintah.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung kerja sama dengan Dinas Lampung Barat, Jumat, 27 Januari 2023 memborong sebanyak 1 ton buah tomat milik petani secara langsung.
Kabid Hortikultura Lampung Barat Cik Den, mengatakan untuk membantu para petani yang saat ini tengah kesulitan memasarkan hasil panen tomatnya maka pihaknya bekerjasama dengan provinsi membelinya sebanyak 1 ton.
Buah tomat sebanyak 1 ton itu akan dibagikan kepada para pegawai dan yang membutuhkan lainya.
Selain membeli tomat secara langsung ke lahan sejumlah petani yang tengah mengalami panen itu, pihaknya sambil mengecek lahan para petani bersama perwakilan dari Kementerian Pertanian pada Kamis, 26 Januari lalu, juga telah mengimbau agar para petani melalui kelompok dapat mengatur pola tanam serta melakukan tumpangsari. Tujuanya agar tidak terjadi panen serentak yang berdampak kepada harga.
Sebab harga anjlok ini berdasarkan hasil pengecekan pihaknya di lahan pertanian umumnya dipicu oleh suplai tinggi sementara permintaan pasar sedikit. Selain mengatur pola tanam, juga menekan biaya produksi.
Pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Koperindag bahwa dalam waktu dekat akan mengumpulkan para perwakilan kelompok tani, UMKM dan para pedagang penampung hasil tanaman hortikutura. Mereka akan diajak duduk bersama dan akan dilakukan edukasi terkait permasalahan ini.
Tujuanya agar ketika harga anjlok para petani tidak banyak merugi. Kemudian hasil panen tomat itu bisa dimanfaatkan untuk bahan produksi UMKM.
Sunar, seorang petani yang tengah panen tomat, mengaku sedih karena harga panen saat ini anjlok hingga membuatnya merugi.
“Harga hanya Rp800/kg sementara biaya produksi seperti pupuk dan racun hama juga sudah naik tinggi,” kata Sunar.
Ia berharap harga hasil panen bisa segera kembali meningkat dan harga kebutuhan sarana produksi juga bisa terjangkau.(ELI)


