• LAMPOST.CO
  • METROTV LAMPUNG
  • DESAKU
  • SUMA.ID
Selasa, Februari 3, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Baca Gratis

Hijrah IKN      

REFLEKSI

Mustaan Editor Mustaan
21 Maret 2022
di dalam Baca Gratis, Kolom, Refleksi, Weekend
A A
Share on FacebookShare on Twitter

NEGERI ini dapat mengambil banyak manfaat dan pelajaran dari sejumlah negara di dunia yang memindahkan ibu kota negara (IKN). Jika dipelajari, ibu kota pindah di berbagai negara tidak menjamin dapat memperbaiki perekonomian rakyat. Kegagalan itu jadi peringatan bagi Indonesia yang kini sudah bertekad memindahkannya dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Negara yang sukses memindahkan ibu kota, di antaranya Malaysia. Negeri Jiran ini sukses berpindah ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada 1999. Sulitnya mengatasi kesemrawutan, akhirnya ibu kota negara pindah. Kini, berdampak terjadinya pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Kalau boleh merujuk perpindahan kota pemerintahan, terjadi juga pada era kenabian Muhammad saw. Rasulullah berpindah–hijrah dari Kota Mekah ke Madinah untuk membentuk pemerintahan baru. Nabi saw sukses menata Madinah yang kini terasa perbedaannya kehidupan di dua kota tersebut.

BACA JUGA

Percepat Pembenahan TPA Bakung demi persiapkan PLTSa 2026

Guru PJOK Punya Peran untuk Membantu Pencegahan Penyakit

Ini Inovasi HiLo Demi Gaungkan Semangat #NabungOtot

Dari Jari-Jari Kecil ke Dunia Teknologi

Tapi ada juga negara yang gagal memindahkan ibu kota. Myanmar, contoh nyata. Penguasa militer Myanmar memindahkan ibu kota dari Yangon ke Naypyidaw pada 2005. Ibu kota baru ini sangat strategis dengan fasilitas bangunan serbamegah. Di situ ada replika Pagoda Shwedagon Yangon.

Kini Naypyidaw seperti kota hantu. Walaupun banyak destinasi wisata yang dibangun, penduduk sedikit yang pindah. Peralihan ibu kota itu untuk mewaspadai gerakan prodemokrasi, strategi militer menghadang musuh. Membangun kota baru ini menghabiskan 4 miliar dolar AS.

Negara lain yang gagal memindahkan ibu kota negara adalah Australia. Pada abad ke-19, Negeri Kanguru itu kesulitan menetapkan ibu kota. Ada dua kota besar, yakni Melbourne dan Sydney. Pada tahun 1913, akhirnya Canberra dijadikan ibu kota Australia hingga kini.

Di kota tersebut berdiri gedung parlemen dan pengadilan tinggi. Canberra juga sebagai pusat kantor semua departemen pemerintah federal termasuk militer. Namun petinggi negara–diam-diam menolak tinggal di Canberra. Perdana Menteri (PM) John Howard lebih memilih tinggal di Sydney.

Ibu kota negara di Canberra ini gagal menarik kepercayaan publik. Bahkan, mantan PM Paul Keating berucap pemindahan ibu kota ke Canberra adalah salah satu kesalahan terbesar di Australia. Berkaca dua negara tetangga—Myanmar dan Australia, perlu kepiawaian agar IKN bernama Nusantara ini menjadi ibu kota masa depan seperti Madinah.

IKN yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu sebuah momen bersejarah bagi negara ini–memulai hidup baru–menghadirkan kota terbaik di dunia. Jika dilihat alam di titik nol pembangunan, IKN berada di kawasan hijau. Pasti sejuk dan nyaman.

IKN dirancang menjadi kota 10 menit. Maksudnya, untuk mencapai suatu lokasi kawasan dengan menggunakan transportasi umum dan dijangkau dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu 10 menit. Luar biasa!

“Semua harus bisa dicapai dengan jalan kaki dalam waktu 10 menit. Itu konsepnya. Lalu, 80% harus diakses dengan transportasi umum,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Akses jalannya juga mengusung budaya hemat energi, kata dia.

IKN dibangun dalam lima tahapan. Target pembangunan selesai pada 2045. Jangka pendeknya membangun kawasan inti pusat pemerintahan seluas 6.671 hektare. Ibu kota baru ini juga mengacu konsep smart workplace (transformasi bekerja). Lalu, smart living (transformasi bermukim).

Tidak kalah pentingnya, IKN juga dibangun menganut konsep smart mobility and transportation (transformasi mobilitas). Ibu kota baru menjadi simbol politik Indonesia. Ketika Presiden Soekarno membangun Stadion Utama Gelora di Senayan, saat itu Jalan Sudirman tidak ideal. Tapi Soekarno pamer kepada dunia bahwa negara ini sudah setara dengan bangsa lainnya.

***

Membangun ibu kota baru membutuhkan waktu yang panjang dan lama. Secara fisik, dibangun dengan cepat, tetapi untuk menghidupkan warga kota membutuhkan waktu yang lama. Kepindahan ibu kota negara ke Kalimantan ini juga simbol penyetaraan kehidupan anak-anak bangsa.

Memindahkan IKN ini, Jokowi sudah mewujudkan cita-cita tiga pemimpin bangsa terdahulu berkeinginan memindahkan ibu kota dari Jakarta. Seperti pendiri bangsa, Soekarno memiliki visi serupa yakni membangun ibu kota baru di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Begitu pun Presiden Soeharto. Dia pernah mewacanakan pemindahan ibu kota ke Jonggol, Jawa Barat.

Begitu pun di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia pernah berwacana ingin memindahkan ibu kota negara ke tempat lain. Karena Jakarta sudah semrawut dan kemacetan terjadi di mana-mana. Namun, semua itu tidak pernah kesampaian. Eksekusi lemot!

Kini IKN berpindah! Pastinya untuk melebur paradigma Jawa-Jakarta-sentris. Jokowi mewujudkan Indonesia-sentris. Menandai dibangunnya IKN, Presiden menerima tanah dan air dari 34 provinsi dengan kearifan lokal dan budaya dari seluruh wilayah tumpah darah Indonesia.

Tanah dan air disatukan dalam kendi besar sebagai tanda IKN Nusantara, adalah milik seluruh provinsi dan rakyat. Penyerahan tanah dan air diawali Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Acara ritual itu ditutup Gubernur Kaltim Isran Noor yang menyerahkan tanah dan air dari Kutai Kartanegara serta Kesultanan Paser. Cerita sejarah yang tidak terlupakan!

Ingat! Air dan tanah dalam kendi besar itu merupakan unsur penting dalam kehidupan. Ini sebuah penegasan kepada dunia bahwa negeri Nusantara ini bersatu dilebur di atas perbedaan. Untuk memperkuat kebangsaan, perlu diabadikan juga kesertaan seluruh tokoh adat dan agama untuk IKN.

Dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membawa tanah dan air dari tiga wilayah di Lampung. Buah tangan Arinal itu melambangkan persatuan dan menyatukan tanah dan air dari seluruh daerah.

“Saya sampaikan ke Presiden bahwa negara ini terdiri berbagai pulau, suku bangsa. Itu semua ada proses penyatuannya. Mulai dari zaman Majapahit, dengan patihnya Gajah Mada melintasi Jawa ke Sumatera. Saya membawa tanah yang disinggahi Gajah Mada di Lampung, yakni Tanggamus dan Pesisir Barat,” ujar Gubernur Arinal.

Ini salah satu cara mengenang sepak terjang Gajah Mada yang melintasi laut mempersatukan Nusantara. Sedangkan air yang dibawa Arinal diambil dari Sungai Way Kanan yang berada di Kabupaten Way Kanan. Mengapa Way Kanan? Karena daerah itu menyimpan sejarah, mengandung arti air.

Way Kanan berasal dari lima kebuayan, lima keadatan, lima kepemimpinan, lima ketokohan yang berbudaya. Sampai hari ini, kata Arinal, menunjukkan kesejukan dalam kesamaan pandangan dari cara berpikir, juga beretika, bermoral dengan keislaman yang sempurna.

Air dari Sungai Way Kanan itu dimasukan dalam teko aluminium berwarna emas. Ini melambangkan yang kerap digunakan tokoh penting juga raja pada zaman dulu hingga sekarang. Sedangkan tanah dibawa menggunakan nampan berwarna emas ditutup dari rotan juga berasal lima kebuayan.

Seluruh gubernur membawa tanah dan air bertekad bahwa perpindahan IKN ke Kalimantan Timur dimaknai penyatuan batin–ingin berubah lebih baik lagi. Mungkin juga diilhami dan dimaknai sejarah hijrah Nabi saw yang membangun pemerintahan baru di Kota Madinah. Ini menginspirasi IKN, sebuah sikap optimisme yang sukses membangun keberagaman!  ***

Tags: IKNikziskandarRefleksiweekendzulkarnain
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

PAAI Komitmen Edukasi Masyarakat Pentingnya Proteksi

Posting berikutnya

Harga Tepung Terigu kian Mahal

Mustaan

Mustaan

Jurnalis Zaman Now

Posting berikutnya
Ilustrasi Google

Harga Tepung Terigu kian Mahal

Minyak goreng. (MI)

Minyak Goreng Curah Disalurkan 14 Ribu Ton/Hari

Harga Gula Pasir hingga Bumbu Dapur Terus Naik

Harga Gula Pasir hingga Bumbu Dapur Terus Naik

Dok. MKKSI

Penjualan Mitsubishi Meningkat hingga 90,6 Persen

Anggota DPR RI Minta Kesejahteraan Petani Diperhatikan

BERITA TERBARU

  • Penalti Mbappe Antar Madrid Tekuk Rayo 2 Februari 2026
  • Gol Telat Sesko Antar MU Raih Tiga Poin 2 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 02 Februari 2026 2 Februari 2026
  • Menang di Manahan, Persib Jauhi Persija 1 Februari 2026
  • Gilas Leeds 4-0, Arsenal Putus Tren Negatif 1 Februari 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Cerita Dewasa

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 29 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 30 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Sabtu, 31 Januari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

 

LampungpostID adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

LampungpostID © 2022

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

LampungpostID © 2022

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?