KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan 25 proyek senilai Rp278,35 triliun kepada pihak swasta. Model pembiayaan tersebut ialah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek 2021.
Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono menerangkan, salah satu proyek itu ialah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ir. H. Djuanda, lalu Bendungan Jatiluhur untuk melayani penduduk Jakarta terutama di bagian Utara.
“Kemudian juga ada SPAM Karian sampai ke Tangerang bagian Selatan dan Jakarta bagian Barat,“ ujar Basuki dalam keterangannya, Senin, 14 Desember 2020.
Kemudian, lelang proyek PUPR lainnya ialah yang menyangkut Sumber Daya Air (SDA). Selanjutnya, Bendungan Merangin di Jambi dengan estimasi biaya investasi sebesar Rp 6,08 triliun. Serta Bendungan Matenggeng di Jawa Tengah dengan estimasi biaya Rp3 triliun.
“Kedua bendungan ini memiliki daya tarik investasi yang besar ketimbang bendungan lainnya,” kata Basuki.
Dia menuturkan, biasanya KPBU bendungan bertumpu pada potensi revenue atau pendapatan untuk investasi dari air baku dan listrik, sedangkan irigasi dan pengendalian banjir murni untuk pelayanan masyarakat.
Listrik
Untuk Bendungan Maringin ini, kata Basuki, memiliki potensi menghasilkan listrik yang cukup besar yakni 107,45 Megawatt (MW) dan Bendungan Matenggeng memiliki potensi air baku 1.100 liter/detik dan listrik 28,28 MW,” terang Menteri Basuki.
Selanjutnya pada bidang perumahan, Menteri PUPR itu menyebut ada satu tawaran proyek Rumah Susun (Rusun) lewat skema KPBU, yakni Rusun Cisaranten di Bandung, Jawa Barat. Rusun itu memiliki 2.189 unit dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun.
Sedangkan untuk bidang jalan dan jembatan, Basuki mengatakan, sudah banyak jalan tol yang dikerjakan melalui skema KPBU. Seperti diantaranya ruas Kamal-Teluknaga-Rajeg, Bogor-Serpong melewati Parung, kemudian Semarang Harbour di Semarang-Kendal, Gilimanuk-Mengwi sudah sekitar 90 km sudah ada pemrakarsanya. Lalu ada akses Pelabuhan Patimban sepanjang 37 km yang menghubungkan Tol Cipali sampai ke jalan nasional akses ke Pelabuhan Patimban.
Berdasarkan data, pada kuartal I 2021, sebanyak 8 ruas jalan tol dan 1 jembatan dengan total panjang 380,8 Km, memiliki biaya investasi sebesar Rp Rp. 117,3 triliun. (MI)







