• LAMPOST.CO
  • METROTV LAMPUNG
  • DESAKU
  • SUMA.ID
Senin, Desember 1, 2025
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Berita Utama

Enam Juta Vaksin Tahap 43 dan 44 Tiba di Tanah Air

Saat ini lebih dari 92.8 juta penduduk Indonesia telah divaksin dua kali maupun satu kali.

ricky marly Editor ricky marly
27 Agustus 2021
di dalam Berita Utama, Headline 1, Nasional
A A
Indonesia kembali mendatangkan dua merek vaksin dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dan Sinovac sebanyak 5.000.000 di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 27 Agustus 2021. (Dok. Kominfo)

Indonesia kembali mendatangkan dua merek vaksin dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dan Sinovac sebanyak 5.000.000 di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 27 Agustus 2021. (Dok. Kominfo)

Share on FacebookShare on Twitter

BACA JUGA

Mengulik Kredit Fiktif Bank Himbara Rugikan Negara Rp2,5 Miliar

Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program Gizi Gratis

Kenaikan Tarif Tol Bakter Menuai Penolakan

Keistimewaan Kopi Lampung Hadir dari Tanah hingga Cangkir

INDONESIA kembali kedatangan vaksin Sinovac dalam bentuk jadi dengan merek Coronavac sebanyak 5 juta dosis dan Astrazeneca sebanyak 1.086.000 dosis. Keduanya melalui mekanisme skema pembelian langsung.
“Dengan hadirnya kedua vaksin tersebut, berarti Indonesia sudah kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 208,7 juta dosis,” ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto, Jumat, 27 Agustus 2021.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin untuk mengamankan stok vaksin Covid-19. Menurut data Kementerian Kesehatan per 26 Agustus 2021 pukul 17.00 dari 34 provinsi hanya satu provinsi yang stok vaksinnya dibawah 14 hari. Dia memaparkan, vaksin yang telah terdistribusi sebanyak 123.256.044. Dari jumlah tersebut CoronaVac 1 dosis sebanyak 3 juta dosis, vaksin Covid-19 Bio Farma sebanyak 89.366.140 dosis, AstraZeneca sebanyak 15.982.584 dosis, Moderna sebanyak 7.558.810, CoronaVac 2 dosis sebanyak 6.848.644 dosis,
dan Sinopharm dari hibah 499.866 dosis. Adapun total vaksin yang terdistribusi selama 1-26 Agustus 2021 saja mencapai 36.631.654 dosis.
“Bio Farma senantiasa akan terus mendistribusikan vaksin Covid-19 ke lokasi yang membutuhkan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Terkait upaya vaksinasi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Soedjatmiko SpA(K) menyambut baik posisi Indonesia yang menduduki peringkat 6 dunia dalam hal jumlah orang yang telah divaksin dan posisi ke 7 dunia dalam hal jumlah dosis vaksinasi. Saat ini lebih dari 92.8 juta penduduk Indonesia telah divaksin dua kali maupun satu kali. “Bagus dan harus dilanjutkan,” ujar Prof. Miko sapaan Prof Soedjatmiko ditanya soal capaian vaksinasi di Indonesia.
Meski demikian, dia memandang perlunya diperbanyak lokasi vaksinasi. Kemudian Prof. Miko juga menilai butuhnya perbaikan dalam koordinasi penghitungan kebutuhan, pengiriman, dan distribusi vaksin.
Ditanya soal masih ada masyarakat yang enggan divaksin, Prof. Miko menegaskan, jangan menunggu terpapar baru menyadari bahaya Covid-19 dan pentingnya vaksinasi.
“Jangan sampai menyesal kalau kena Covid-19, masuk ICU atau meninggal. Ekonomi dan masa depan keluarga yang ditinggalkan akan parah, kita masih pandemi,” kata Prof. Miko.
Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH. DSc menambahkan, untuk mengendalikan pandemi, target imunisasi adalah mencapai minimal 70% dari total penduduk untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Menurutnya, saat ini Indonesia baru mencapai 21%.
Tentu negara dengan penduduk lebih kecil dari Indonesia bisa lebih mudah mendekati angka 70%.
dr. Jane mengatakan, mengingat jumlah vaksin terbatas maka untuk memutuskan rantai penularan virus, pemerintah daerah diharapkan dapat mendahulukan daerah yang kasus Covid-19 yang paling banyak. Umumnya kasus banyak pada daerah yang lebih padat penduduk dan mobilitas tinggi.
“Dengan cara ini otomatis cakupan imunisasi akan lebih cepat meningkat dibanding vaksin yang ada didistribusi secara merata,” ujar Doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Netherland ini.
dr. Jane juga mengingatkan bagi masyarakat yang enggan divaksin, bahwa varian delta jauh lebih cepat menular dan perjalanan penyakit dua kali lebih cepat dan mematikan. “Sebanyak 99% kasus Covid-19 di Amerika Serikat adalah mereka yang belum diimunisasi, kelompok anti vaksin dan anti masker,” tegas dr. Jane. (*)

Tags: #SinoVacIndonesiavaksin
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Ponsel Pintar Bukan Sekadar Alat Komunikasi

Posting berikutnya

Vaksinasi Tanggamus-Lamsel Jomplang

ricky marly

ricky marly

Posting berikutnya
Indonesia kembali mendatangkan dua merek vaksin dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dan Sinovac sebanyak 5.000.000 di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat, 27 Agustus 2021. (Dok. Kominfo)

Vaksinasi Tanggamus-Lamsel Jomplang

5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi dengan merek Coronavac dan 1.086.000 dosis Astrazeneca tiba di Tanah Air, Jumat (27/8).

Sudah 208,7 Juta Vaksin Tiba di Tanah Air

Terlihat dua tenaga kesehatan lengkap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) membawa sejumlah perlengkapan kesehatan dengan wadah plastik. Foto Atika Oktaria

RSD Mulai Layani Pasien, KM Lawit Siap Beroperasi

Imun tubuh bisa menangkal serangan virus. (DOK)

Ahli Gizi Berikan Lima Jurus Tingkatkan Imun Masa Pandemi

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Perketat Pintu Masuk Negara

BERITA TERBARU

  • Foden Selamatkan City atas Leeds 1 Desember 2025
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 01 Desember 2025 1 Desember 2025
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Weekend, 30 November 2025 30 November 2025
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Sabtu, 29 November 2025 29 November 2025
  • Portugal Juarai Piala Dunia U-17 2025 29 November 2025

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 28 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 27 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 25 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Sabtu, 29 November 2025

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

 

LampungpostID adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

LampungpostID © 2022

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • LAMBAN PILKADA
  • RAGAM
  • DESA
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

LampungpostID © 2022

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?