FERDI IRWANDA
PEMERINTAH Kampung Sungaiburung, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang berharap pemerintah daerah setempat membangun tanggul pemecah ombak di kawasan pesisir pantai timur Tulangbawang.
Sekretaris Kampung Sungaiburung, Mas Huri, mengatakan pembangunan pengaman pantai atau tanggul penangkis ombak itu sangat dibutuhkan untuk memecah ombak yang sewaktu-waktu dapat menghantam permukiman warga.
“Dengan adanya tanggul penangkis, pemukiman warga kampung bisa aman dari gelombang ketika air pasang, karena fungsinya untuk pelindung,” kata Mas Huri, Jumat (1/10).
Dia menjelaskan tanggul penangkis yang dibutuhkan yakni sekitar 4.000 meter. Tergerusnya hutan bakau akibat terkikis ombak menyebabkan abrasi. Kondisi itu kian memperparah keadaan, sehingga ketika air pasang, gelombang air akan meningkat hingga masuk ke wilayah permukiman warga serta fasilitas umum yang berada tepat di bibir pantai.
Kalau dikalkulasikan berupa uang itu bisa mencapai Rp240 juta hingga Rp250 juta dalam sehari.
Bencana alam itu, lanjut dia, selain dapat merusak pemukiman dan fasilitas umum juga dikhawatirkan akan memakan korban jiwa. “Lokasi pembangunan tanggul itu berada persis di depan kampung yang berhadapan langsung dengan laut,” ujar dia.
Potensi Laut Melimpah
Kampung yang berada di ujung Timur Kabupaten Tulangbawang itu memiliki sekitar 360 kepala keluarga. Mayoritas warga bekerja sebagai nelayan tangkap dan petambak budidaya. Sumber Daya Alam (SDA) dari laut di kampung itu melimpah dan dinilai sangat potensial.
Mas Huri mencatat, nelayan di kampungnya dapat menghasilkan tangkapan udang, ikan, dan kerang dara, mencapai 2 hingga 2,5 ton serta 1,5 ton rajungan per harinya. “Kalau dikalkulasikan berupa uang itu bisa mencapai Rp240 juta hingga Rp250 juta dalam sehari,” kata dia.
Potensi lain yang tersaji di kampung pesisir itu, kata dia, yakni di bidang pariwisata. Wisatawan dapat menjumpai ribuan burung singgah untuk mencari makan di kawasan hutan mangrove ketika bermigrasi. “Keberadaan ribuan burung itu, bisa dinikmati sekitar bulan Januari hingga Februari,” kata dia.
Dia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian untuk membangun tanggul penangkis di wilayahnya. Menurut dia, manfaatnya bukan hanya akan dirasakan kampung setempat melainkan kampung lain yang berbatasan langsung.
“Penerima manfaat bukan hanya Kampung Sungaiburung saja yang sebagai daerah penghasil kerang dara terbesar di Lampung, melainkan juga Kampung Bratasena Adiwarna dan Bratasena Mandiri yang berada tepat dibelakang. Kedua kampung itu juga kini merupakan penghasil udang tambak berkualitas disini,” ujar dia. (D2) ferdi@lampungpost.co.id






