ELIYAH
PEKON Bakhu, Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan. Pembangunan tersebut menjadi program strategis pekon dalam rangka mendongkrak perekonomian warga khususnya para petani.
Peratin Bakhu Matnur menjelaskan pekon yang ia pimpin memiliki luas wilayah sekitar 1.700 Ha dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2.600 jiwa. “Sekitar 99% penduduk di pekon ini adalah petani yang mengandalkan hasil dari pertanian dan perkebunan kopi,” kata dia.
Pekon Bakhu memiliki delapan pemangku terdiri Pemangku I, II, III Simpangluas, Pemangku IV Tanjungbaru baru, pemangku V Batuketulis, pemangku VI Sudomakmur, Pemangku VII Tanjung dan Pemangku VIII Hamabu.
Untuk DD, kata dia, tahun ini Pemangku Bakhu mendapat Rp1,2 miliar ditambah alokasi dana pekon (ADP) Rp450 juta. Kegiatan pembangunan masih difokuskan untuk infrastruktur jalan dikarenakan kondisi jalan yang menjadi tanggungjawab pekon baru sekitar 50% yang sudah ditangani.
Kalau fokus pembangunan tetap melanjutkan kesejahteraan masyarakat terutama akses jalan dan jembatan termasuk gorong-gorong.
Dari jumlah alokasi dana desa itu sekitar 70% dialokasikan untuk kegiatan fisik, salah satunya pembangunan rabat jalan lingkar di Pemangku I, III, dan VI yang menelan anggaran Sekitar Rp600 juta lebih.”Namun untuk pelaksanaan pembangunannya masih menunggu pencairan dana desa tahap III ini.” Kata dia.
Melalui dana desa, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan bansos bagi masyarakat yang terdampak covid-19 melalui BLT. Pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8% untuk kegiatan penanggulangan dan pencegahan bencana covid-19.
Ke depan program desa masih fokus pembangunan sarana infrastruktur terutama jalan, karena kondisi jalan lingkungan di pekon itu masih banyak yang belum tertangani. “Kami masih melihat berapa alokasi anggaranya. Kalau fokus pembangunan tetap melanjutkan kesejahteraan masyarakat terutama akses jalan dan jembatan termasuk gorong-gorong karena ini yang menjadi kebutuhan yang paling mendasar untuk kemajuan pekon” kata Matnur.
Rest Area
Dana desa tahun ini juga digunakan untuk mendirikan bangunan seluas 6X20 meter yang dilengkapi dua unit kamar mandi/WC umum di lokasi rest area pekon tepatnya di samping masjid pekon.
Pembangunan rest area dilakukan karena lokasi itu telah menjadi tempat istirahat bagi banyak masyarakat yang melintas, baik dari arah Kotabumi maupun dari arah Liwa. “WC umum di rest area itu di bangun sebanyak dua unit ditambah bangunan untuk tempat istirahat/tempat persinggahan seluas 6×20 meter dan sudah dilaksanakan bahkan keberadaanya sudah dimanfaatkan.”
“Area tersebut selama ini sering dijadikan tempat pelintas untuk singgah/istirahat selain karena disebelahnya ada masjid sekaligus berhenti karena salat, juga disampingnya terdapat tempat parkir yang luas,” kata dia. (D2) eliyah@lampungpost.co.id







