KETERBATASAN anggaran tidak menjadi penghalang bagi Kampung Gedungaji, Kecamatan Selagailingga, Lampung Tengah untuk terus maju. Bersama warga, Kepala Kampung setempat membelah hutan untuk dijadikan jalan tembus menuju kampung sebelah, Margajaya.
Puluhan tahun jalan penghubung antarakampung Gedungaji dan Margajaya dipenuhi kayu dan semak belukar. Dengan semangat gotong- royong dan dukungan warganya, Dwi Novian Saputra, selaku Kepala Kampung, memimpin pembukaan badan jalan tembus yang menghubungkan Kampung Gedungaji dengan Kampung Margajaya.
“Alhamdulillah pembukaan badan jalan di wilayah dusun 3 sudah dilaksanakan. Ini bisa terlaksana berkat dukungan warga. Kedepan tinggal dirapikan,” Kata Novi.
Selain jalan penghubung antarkampung, jalan itu merupakan akses utama di dusun tiga untuk mengeluarkan hasil bumi di Kampung Gedungaji dan Margajaya. “Saya sangat berterima kasih kepada warga. Melihat semangat mereka tidak ternilai rasanya perjuangan dalam membangun kampung kami,” kata dia.
Menurut Novi, pihaknya selalu menggelar musyawarah dengan warganya sebelum menentukan langkah pembangunan. Pembukaan badan jalan itu juga akan menjadi salah satu bahan musyawarah dalam perencanaan pembangunan Kampung Gedungaji. “Seluruh kegiatan ya kami musyawarahkan terlebih dahulu, melibatkan warga dan berbagai tokoh di kampung,” kata dia.
Mahmudin, tokoh masyarakat Gedungaji mengaku kegiatan itu besar manfaatnya. Ia juga menyadari berbagai masalah di bidang infrastruktur, ternyata dapat diatasi oleh masyarakat bersama para pemimpin di kampung secara gotong royong.
“Akses jalan adalah kebutuhan yang selama ini selalu ditunggu. Keterbatasan ADD tidak membuat kami berdiam diri. Kalau baik untuk masyarakat umum, kami warga wajib mendukung,” kat adia.
Semangat gotong royong menjadi modal utama pembangunan bagi masyarakat kampung, karena adanya keterbukaan dari pemimpinnya yang menimbulkan kepercayaan warga kampung. “Itu menjadi semangat bekerjasama untuk Gedungaji ke depan lebih baik,” kata dia. (WAH/D2)







