DESA Srikaton mewakili Kecamatan Tanjungbintang mengikuti lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) 2022.
Camat Tanjungbintang, Hendri Hatta, mengatakan dipilihnya desa Srikaton mewakili Kecamatan Tanjungbintang karena memiliki keunggulan dibandingkan desa-desa yang lain.
Menurut dia, beberapa keunggulan yang dimiliki desa Srikaton di antaranya wisata alam gunung batu yang sudah menjadi wisata unggulan Lamsel, memiliki alun-alun desa, dan masih kentalnya budaya lokal.
“Desa Srikaton ini banyak keunggulan selain menjadi desa wisata, sudah punya alun-alun, pojok baca, tarian tradisional juga dilestarikan di sini seperti tari lesung tadi saat penyambutan,” ujar Hendri, Rabu (16/2).
Kades Srikaton, Sugiman, mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan lomba. “Kami sudah maksimal bahkan kami sampai lembur ngecat-ngecatnya,” kata dia.
Sugiman mengatakan, selain memiliki wisata alam gunung batu, desanya juga melestarikan tarian tadisional Lesung, dan menampilkan hasil UMKM masyarakat.
“Sekarang kami serahkan kepada tim penilai, semoga hasilnya maksimal. Desa kami ini banyak keunggulan, wisata gunung batu kami sudah menjadi wisata unggulan kabupaten. Kami juga penghasil batu cincin bungur, pak presiden Jokowi juga pernah pake batu bungur asli dari sini,” ujar Sugiman.
Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Beni Chandra, menjelaskan ada tiga indikator penilaian dalam lomba desa ini diantaranya, yang pertama bidang pemerintah meliputi pemerintahan, kinerja, kreativitas pemberdayaan, teknologi informatika, dan pelestarian budaya. Kedua bidang kewilayahan meliputi identitas, batas, inovasi, tanggap siaga bencana, dan pengaturan investasi,” katanya.
Selain itu di bidang kemasyarakatan meliputi, partisipasi masyarakat, lembaga masyarakat, pemberdayaan, keamanan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Dalam lomba desa ini ada tiga indikator yang dinilai, pertama bidang pemerintah, kedua bidang Kewilayahan, ketiga bidang kemasyarakatan,” ujar dia. (KIS/D2)







