PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) pada 2021 meningkat. Direncanakan pada tahun ini, target GKG sebesar 3 juta ton. Sementara pada 2020, target GKG di Sumsel sebesar 2,69 juta ton.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumsel RB Pramono mengatakan target GKG pada tahun ini mengalami peningkatan dari GKG pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu GKG sebesar 2,69 juta ton GKG. Pada 2019 sebesar 2.603 juta ton GKG. Maka dari itu, kami targetkan 3 juta ton untuk tahun ini,” ujar Pramono, Kamis (21/1).
Ia mengatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan GKG untuk di Provinsi Sumsel sebesar 3 juta ton dan diyakini bisa tercapai meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Memang dampak pandemi masih terjadi namun kami optimistis target ini akan tercapai,” katanya.
Pramono menjelaskan untuk mencapai target tersebut pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah.
“Ada empat tahapan yang akan kami lakukan. Pertama, kami akan melakukan percepatan penanaman. Kedua, kami meningkatkan intensitas lahan yang awalnya sekali panen menjadi dua kali panen. Ketiga, kami mempersiapkan jaringan usaha dan infrastruktur untuk petani. Keempat, mempersiapkan petugas pendamping petani,” ujarnya.
Pramono mengakui dengan adanya peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan masyarakat di provinsi Sumsel. Terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pertanian, Pramono mengatakan Covid-19 sebenarnya tidak berdampak langsung bagi petani.
“Kami dari pemerintahan tetap hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi petani. Berbagai bantuan alsintan tetap dikucurkan kepada para petani. Bahkan, distribusi pupuk bersubsidi tetap kami awasi agar sampai pada para petani di Sumsel,” kata dia. (ANT/M1)







