WIDODO
PEKON Bumiarum kecamatan Pringsewu, tahun 2021 tidak memiliki kegiatan fisik. Program tahun 2021 masih terfokus pada penanganan covid-19.
Kepala Pekon Bumiarum Sugimin Ia menjelaskan untuk penanganan pandemi covid-19 telah dilakukan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) untuk 192 kelompok penerima manfaat (KPM). “Satu KPM mendapatkan BLT DD sebesar Rp300 ribu perbulan,” kata Sugimin, Selasa (15/2).
Sugimin menambahkan untuk membayar BLT DD tahun 2021 pihaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp691 juta lebih. “Jadi memang DD tahun 2021 masih terfokus untuk penanganan warga terdampak covid-19 berupa pemberian BLT DD,” ujar dia.
“Satu KPM mendapatkan BLT DD sebesar Rp300 ribu perbulan”
Ia menjelaskan selain pembagian BLT DD Pekon Bumiarum juga masih mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid tingkat kampung dengan membentuk satgas dan posko Covid-19. “Dana yang di pergunakan masih menggunakan DD sebesar 8 persen dari besaran DD,” katanya.
Penanganan Stunting
Kemudian selain pemberian BLT DD, pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting berupa pemberian bantuan makanan tambahan. “Makanan tambahan menjadi penting untuk meningkatkan gizi balita,” ujarnya.
Menurutnya meskipun Pekon Bumiarum tidak memiliki kasus banyak stunting tetapi pekonnya serius untuk menanganinya apalagi sudah menjadi fokus pemerintah daerah.
Sugimin menjelaskan dengan masih berlangsungnya Pandemi Covid-19, Pekon Bumiarum belum bisa memfokuskan pembangunan fisik berupa pembangunan jalan dan sejumlah infrastruktur.
Sebenarnya tambah Sugimin di wilayahnya masih banyak jalan Pekon yang membutuhkan perbaikan atau peningkatan.
Namun karena kondisi keuangan masih difokuskan untuk menangani Pandemi Covid-19 maka penanganan diarahkan pada pencegahan Pandemi Covid-19.
“Saya berharap kedepannya Pandemi Covid bisa segera reda dan hilang sehingga anggaran bisa dialokasikan kepada kegiatan fisik, baik pembangunan dan peningkatan jalan,” katanya.
Dia menambahkan, dengan kondisi saat ini yang masih terfokus untuk menangani Pandemi, diperkirakan, tahun 2022 pemerintah masih memerintahkan 40 persen DD untuk penanganan covid-19. (D2)
widodo@lampungpost.co.id







