UMAR ROBBANI
APARATUR Kelurahan Gulak-Galik, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung bersama masyarakat memulai kembali kegiatan bersih-bersih lingkungan pada Jumat pertama pasca lebaran, 6 Mei 2022.
Lurah setempat Eeng Zamhir Muchtar menyampaikan, selama bulan Ramadan hingga lebaran, kegiatan rutin tersebut dihentikan sementara. “Hari ini merupakan kegiatan pertama setelah terhenti sebulan,” kata dia kepada Lampung Post, Jumat (6/5).
Menurut dia, membersihkan lingkungan penting bagi masyarakat setempat. Terlebih saat ini curah hujan mulai meningkat, sehingga saluran air berpotensi terganggu jika tidak dibersihkan.
“Sesuai instruksi Wali Kota, hari ini kami mulai kembali giat jumat bersih,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, selain menjaga agar tidak terjadi banjir, kebersihan lingkungan juga penting untuk menjaga kesehatan. Hal itu selalu ia sampaikan kepada masyarakat agar saling bekerjasama dan memiliki kesadaran lingkungan.
Anton, salah satu warga mengaku antusias mengikuti kegiatan rutin seminggu sekali tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut membuat masyarakat di lingkungan kelurahan tidak mudah terserang penyakit.
Ia mengatakan, lingkungan yang kotor tentu akan menjadi sarang penyakit. Untuk itu ia mengajak masyarakat lainnya turut serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau kegiatan ini bermanfaat, tentu kita juga sebagai masyarakat setempat ikut antusia untuk terlibat,” katanya.
Jaga Lingkungan
Sebelumnya diberitakan Lampung Post, kelurahan Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat. Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah munculnya endemi Demam Berdarah Dengue (DBD).
Lurah setempat, Ahmad Nofal menyampaikan, DBD muncul karena lingkungan yang kotor. Nyamuk Aedes Aegypti bisa berkembang biak dalam air yang tertampung di barang-barang bekas.
Dalam kegiatan rutin itu, pihaknya bersama warga membersihkan mulai dari tempat-tempat sampah dan saluran air. Kemudian menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air.
“Hari ini merupakan kegiatan pertama setelah terhenti sebulan,”
“Kalau lingkungannya bersih, tidak ada nyamuk yang berkembang biak, jadi bebas dari DBD,” kata dia, Jumat (29/4).
Selain bersih-bersih, kegiatan itu juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Terlebih dalam hari-hari biasa warga sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Iwan, warga setempat, mengungkapkan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Menurutnya, tahun ini belum ada warga yang terkena DBD.
Menurutnya, penting menjaga lingkungan agar tetap bersih. Dengan menjaga lingkungan, secara tidak langsung juga menjaga kesehatan diri masing-masing.
“Ini kan untuk kepentingan bersama-sama warga juga antusias ikut giat ini setiap Jumat,” ujar dia. (D2)
umar@lampungpost.co.id






