SURANTO
PEKON Kedaung yang berada di Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, membuat jembatan darurat menggunakan bambu bersama masyarakat Dusun 1 dan Dusun 2, Selasa (7/3).
Kepala Pekon Kedaung Bahtarim mengatakan jembatan darurat ini diperbaiki guna mempermudah akses antara Pekon Kedaung dan Rantautanjung. “Juga untuk mempermudah akses bagi petani dalam mengangkut hasil pertaniannya,” kata dia kepada Lampung Post.
Sebelumnya jembatan tersebut, telah mengalami kerusakan akibat termakan usia dan terjangan arus air sungai yang melupa karena hujan deras.
“Pemerintah Pekon bersama warga membangun dan memperbaiki kembali Jembatan darurat yang ada di pekon Kedaung, hal ini guna mempermudah akses warga,” ujar dia.
Bahtarim menambahkan pihaknya bersama masyarakat setempat berharap adanya tindak lanjut dari Pemerintah Daerah terkhusus untuk pembangunan jembatan secara permanen.
“Kami berharap Pemerintah Daerah segera membangun Jembatan yang ada di Pekon Kedaung secara permanen,” katanya.
Jalan Rabat Beton
Sebelumnya diberitakan Lampung Post, pembangunan jalan rabat beton di Pekon Waluyojati, kecamatan Pringsewu, Pringsewu menelan anggaran mencapai Rp95 juta.
Kepala Pekon Waluyojati Gunawan menyatakan program pembangunan pekon tersebut dilaksanakan bersumber dari dana desa (DD) 2021.
“Rabat beton memiliki panjang 114 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 18 cm dengan anggaran sebesar Rp95 juta,” kata dia kepada Lampung Post, Selasa (1/3).
Selain pembangunan rabat beton terdapat pembangunan pengerasan jalan dengan melakukan penimbunan jalan menggunakan sabes di Dusun 3 dengan panjang 300 meter. “Dianggarkan sekitar Rp31,5 juta,” ujar dia.
Menurut dia, pembangunan rabat beton dan pengerasan jalan dengan sabes merupakan upaya pemerintah Pekon dalam menanggulangi infrastruktur jalan yang dinilai mendesak.
“Sebelumnya dua ruas jalan tersebut masih becek dan sulit dilalui pengendara apalagi aksesnya cukup vital karena juga jalan untuk mengangkut hasil Bumi,” katanya.
Pekon Waluyojati juga masih fokus dalam program penanganan dampak Covid-19 berupa pemberian bantuan langsung tunai (BLT) DD untuk 173 keluarga penerima manfaat (KPM) pada periode Januari—Oktober 2021. Kemudian pada November—Desember 2021 penerima KPM berkurang karena memang ada perubahan data BLT DD sehingga hanya ada 80 KPM.
“Kami berharap pemerintah daerah segera membangun Jembatan yang ada di Pekon Kedaung secara permanen.”
Kemudian untuk DD 2022 pihaknya telah menganggarkan 40 persen anggaran untuk BLT DD sebesar Rp504 juta. “Dari jumlah besaran DD yang di alokasikan untuk sekitar 140 KPM sisa anggaran sebesar 40 persen mencapai Rp1.209.000,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan selama ini kehidupan masyarakatnya berlangsung kondusif. Semua persoalan cepat ditanggapi oleh aparat pekon termasuk jika ada warganya yang sakit dan membutuhkan uluran tangan pemerintah pekon.
Kemudian guna mensyiarkan kegiatan pekon, baik urusan internal maupun kegiatan ke luar pekon, pihaknya juga telah membuat website desa di situs https://www.waluyojati.desa.id/ yang datanya terus di-update.
“Dengan website desa, Pekon Waluyojati bisa dikenal masyarakat luas baik soal kondisi Pekon dan sejumlah program kerja bisa ditampilkan di website tersebut,” katanya.
Pekon Waluyojati merupakan Pekon bagian Selatan yang memiliki luas wilayah seluas 362 hektare. Luas wilayah itu terbagi dalam 5 Dusun, 10 RT, dengan jumlah 1.310 KK dan 4.310 jiwa. (WID/D2)
suranto@lampungpost.co.id






