PERTUMBUHAN ekonomi Lampung pada 2021 cukup mengesankan dan mendapatkan banyak apresiasi. Faktor kinerja keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang baik pada tahun anggaran 2021 sangat berpengaruh pada akselerasi pertumbuhan ekonomi pada 2022.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat hasil realisasi pendapatan Pemprov Lampung yang mencapai 99,00% hingga akhir 2021. Selain itu, Pemprov Lampung juga berhasil merealisasikan belanja daerah sampai 94,01%. Untuk tahun 2022, total dana yang akan ditransfer Pemerintah Pusat, baik ke Pemprov Lampung maupun 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, sebanyak Rp21 triliun lebih.
Kinerja ekspor Provinsi Lampung pada 2021 tak kalah ciamik. Nilai ekspor Lampung pada triwulan III-2021 mencapai 1.320,73 juta dolar AS atau meningkat 29,27% dibandingkan triwulan II-2021 yang mencapai 1.021,72 juta dolar AS. Sektor pertanian, tanaman pangan, dan perkebunan yang menjadi andalan Bumi Ruwa Jurai juga berkinerja positif tahun lalu.
Selanjutnya semakin membaiknya sektor pariwisata dengan dilaksanakannya Groundbreaking Bakauheni Harbour City sebagai Proyek Strategis Nasional pada 2021. Selain itu juga pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan UKM Center.
Tahun 2022 dinilai menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. Perekonomian Indonesia pada 2022 diprediksi pulih dan kian membaik dibanding tahun lalu dengan akselerasi vaksinasi covid-19. Pemerintah pusat akan melanjutkan sejumlah kebijakan subsidi bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas tahun 2022. Lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp414,1 triliun.
Tahun ini menjadi momentum Provinsi Lampung makin berpacu membangkitkan perekonomian daerah, meski badai covid-19 belum selesai. Lantas, bagaimana upaya pemerintah daerah di Provinsi Lampung dalam menggenjot belanja daerah pada awal tahun 2022? Seperti apa program dan langkah para pemangku kepentingan di bidang ekonomi membangkitkan perekonomian Lampung pada 2022? Serta bagaimana pula peluang dan sinergi para pihak dijalankan untuk meningkatkan ekspor komoditas Lampung?
Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Harian Umum Lampung Post (a part of Media Group Network) merasa perlu menyajikan pembahasan penting tersebut kepada khalayak dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten melalui Lampung Economic Summit 2022 dengan tema “Sinergi Memacu Kebangkitan Ekonomi Lampung.
Lampung Economic Summit 2022 tersajikan dalam dua sesi. Sesi 1 dengan tema “Genjot Belanja Pemerintah Daerah di Awal Tahun” menghadirkan narasumber Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto; Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Lampung, M. Dody Fachrudin; serta Ekonom Senior Bank Indonesia (BI) Lampung, Tri Setyaningsih.
Sedangkan sesi 2 dengan tema “Meningkatkan Ekspor Komoditas Lampung” menghadirkan pembicara; Kasi Perizinan dan Fasilitas II Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumbagbar, Dwi Harwanto; Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Muh Jumadh; Head of Buying Station PT Sulatco Jaya Abadi, Moelyono Soesilo; serta Pengamat Ekonomi Lampung, Asrian Hendi Caya.
Acara ini dipandu oleh Dominikus Widodo dan Sri Agustina, serta dibuka dengan sambutan Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain. Diskusi menarik ini berlangsung pada Kamis, 27 Januari 2022, mulai pukul 09.30 WIB, melalui https://linktr.ee/lampungpost. (O1)






