DENI ZULNIYADI
PRESIDEN Joko Widodo meresmikan jalan tol ruas Kayuagung—Palembang, Selasa (26/1). Kepala Negara menyebut ruas itu merupakan poros terpenting jalan tol trans-Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, jalan tol Kayuagung—Palembang sepanjang 42,5 km sudah selesai. Sudah rampung dan siap digunakan hari ini. Jalan tol ini poros terpenting dari jalan tol trans-Sumatera,” kata Presiden.
Presiden menyampaikan jalan tol Kayuagung—Palembang menjadi poros utama atau tulang punggung di Sumatera Selatan, sebagai ruas yang menghubungkan Pelabuhan Bakaheuni hingga Palembang. “Dengan selesai dan beroperasinya jalan tol ini, jarak tempuh dari Bakauheni ke Palembang, yang berjarak 373 km, yang biasa ditempuh 12 jam perjalanan darat, sekarang hanya perlu waktu 3—3,5 jam,” ujar Presiden.
Saya melihat jalan tol ini akan membuka banyak peluang yang menguntungkan.
Menurut Kepala Negara, hal itu akan menjadi lompatan besar karena menghemat waktu tempuh hingga 75 persen dan efisiensi ini akan memberikan kontribusi bagi perekonomian. Peresmian jalan tol Kayuagung—Palembang dilakukan di gerbang tol Kramasan. Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Negara.
“Dengan mengucap bismillaahir rahmaanir rahiim, jalan tol Kayuagung—Palembang, Kramasan, saya resmikan pagi ini,” ujar Presiden.
Bangun Sentra Ekonomi
Presiden meminta pemerintah daerah membangun sentra-sentra perekonomian di sepanjang jalan tol yang baru diresmikan tersebut. “Saya titip kepada gubernur, bupati, wali kota, agar jalan tol ini disambungkan pada sentra-sentra ekonomi, sentra-sentra pariwisata, kawasan industri, sentra pertanian, sentra perkebunan, sambungkan,” kata Jokowi.
Presiden memerintahkan pemerintah daerah memberikan akses penghubung tol ke berbagai pusat perekonomian. “Agar manfaat ekonominya bisa maksimal. Ini adalah tugas pemerintah provinsi, tugas pemerintah daerah. Di sepanjang koridor jalan ini, masih banyak lahan yang bisa dikembangkan sebagai kawasan yang produktif,” ujarnya.
Sejumlah potensi yang ada, menurut Presiden, antara lain adalah pusat pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan, dan lokasi lain yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari produk-produk yang dihasilkan.
“Saya melihat jalan tol ini akan membuka banyak peluang yang menguntungkan. Lokasinya dekat dengan Pulau Jawa, lahan masih sangat luas, masih kompetitif harganya, juga tenaga kerja yang tersedia di sini sangat besar, sehingga aktivitas bisnis bisa dilakukan dengan biaya yang bersaing dengan provinsi dan negara lain,” kata Presiden.
Artinya, jalan tol ini menjadi salah satu cara untuk melakukan pemerataan pembangunan dan pembukaan lapangan pekerjaan di daerah sebanyak-banyaknya agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ANT/D1) deni@lampungpost.co.id







