YESSY LIANTIANA

BELAJAR dari pengalaman saat libur Lebaran dan hari kemerdekaan lalu. Ternyata, libur panjang terbukti berdampak pada kenaikan kasus positif penyebaran wabah Covid-19 tingkat nasional.
Saat itu terjadi kenaikan absolut pada positivity rate atau hasil tes positif sampai 3,9% dalam kurun waktu dua minggu di tingkat nasional.
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan semakin tinggi positivity rate, artinya tingkat penularan lebih tinggi. Karena semakin banyak orang yang diperiksa semakin banyak positif Covid-19.
“Mungkin kita melihat ada libur panjang, tapi libur panjang ini akan berpotensi penularan ketika mobilitas penduduknya bertambah. Ketika mobilitas penduduk bertambah yang terjadi akan mengakibatkan kerumunan. Ketika terjadi kerumunan ada yang tidak patuh 3M, maka akan bertambah kasus Covid-19,” kata dia saat talkshow dengan tema Covid-19 dalam angka: antisipasi penyebaran Covid-19 saat liburan, Kamis (22/10).
Dewi menuturkan di setiap titik yang harus diperhatikan yaitu pencegahannya yakni dengan menaati 3M, menjauhi kerumunan, dan tidak pergi ke tempat yang ramai. Untuk lebih efektif gunakanlah libur panjang di rumah. Dengan begitu, mobilitas keramaian akan berkurang.
“Untuk itu, 3M harus dibawa ke mana saja. Dengan tidak keluar rumah kita berusaha meminimalisasi penyebaran Covid-19,” kata dia.
Pengembangan Vaksin
Koordinator tim pakar juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Wiki Adisasmito, mengatakan sampai saat ini para pakar di Indonesia masih bekerja keras dalam menyelesaikan berbagai tahap pengembangan vaksin.
Dalam alur pengembangan vaksin, proses awal yang harus dilakukan yaitu adalah penelitian dasar. Pada saat penelitian dasar, peneliti menelusuri mekanisme potensial ilmu sains dan biomedis.
“Masing-masing tahapan memiliki ketentuan yang harus dipenuhi sehingga vaksin yang dikembangkan benar-benar memiliki standar yang baik sehingga aman dan efektif untuk digunakan,” katanya.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin-vaksin yang dikembangkan dapat lolos seluruh tahapan uji klinis. Sebelum nantinya mendapat persetujuan dari BPOM untuk di produksi secara massal.
“Setelah keseluruhan tahapan ini dilakukan dan telah memberikan hasil yang sesuai standar yang telah ditentukan, maka vaksin akan memperoleh persetujuan dari lembaga pengawas obat serta kesehatan,” ujar Wiku.
Namun, tantangan yang terbesar adalah bagaimana protokol kesehatan dapat benar-benar dijalankan dalam setiap aktivitas masyarakat. Dengan begitu, angka positif Covid-19 akan mengalami penurunan.
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan jumlah pemeriksaan Covid-19 untuk dapat mencapai target rekomendasi WHO. (S1)
Dengan tidak keluar rumah kita berusaha meminimalisasi penyebaran Covid-19.







