BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung membentuk tim monitoring penerapan PPKM mikro di kabupaten/kota. Tim monitoring bertugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan dan efektivitas PPKM mikro di kabupaten/kota. Hasilnya akan dilaporkan ke BNPB pusat.
“Saya akan tugaskan jajaran menginap, jadi mereka bisa melihat apakah aturan PPKM mikro benar-benar dipatuhi. Karena regulasi kan ada pembatasan jam operasional. Hasilnya akan menjadi bahan masukan dan evaluasi, karena BPBD provinsi wajib laporan ke BNPB,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Rudy Syawal Sugiarto, Kamis (1/7).
Lebih lanjut, Rudi Syawal menjelaskan pihaknya juga telah menyiapkan satgas yang siaga 24 jam untuk membantu warga yang dilanda bencana, baik bencana alam maupun Covid-19. “Ketika daerah minta bantuan, satgas kita siap 24 jam bergerak,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat Lampung untuk benar-benar konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan 5M dalam beraktivitas. Segala ketentuan dan regulasi yang diatur dalam PPKM mikro agar dapat dipatuhi. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat ditekan. “Sayangi diri, anak, istri, suami, keluarga, kawan kantor dan tetangga dengan mematuhi prokes agar tidak terjangkit Covid-19,” tutur Rudy.
Terkait penanganan pasien Covid-19, Rudy menjelaskan BPBD Lampung juga memberikan bantuan peralatan tenda untuk penanganan pasien Covid-19 ke RS Pringsewu, Kamis, 1 Juli 2021. Pasalnya, ruangan rumah sakit daerah setempat penuh dan membutuhkan tenda untuk penanganan pasien Covid-19.
“Pringsewu saat ini berstatus zona merah. Kemarin BPBD Pringsewu koordinasi minta support peralatan tenda untuk menampung pasien di rumah sakit setempat. Karena daya tampung penuh, maka pasien akan ditempatkan di tenda. Hari ini saya bersama jajaran ke Pringsewu menyerahkan bantuan yang dibutuhkan,” kata dia.
Sedangkan bagi kabupaten/kota yang membutuhkan fasilitas untuk penanganan Covid-19 agar dapat diusulkan ke BNPB. “Alhamdulillah bantuan veil bed, supplemen dari BNPB kita dapat, sebagai antisipasi penuhnya keterisian rumah sakit. Fasilitas apa yang dibutuhkan dalam penanggulangan kita usulkan ke BNPB. Walau belum terpenuhi semua, ada realisasinya,” terangnya. (CR1/S1)







