UMAR ROBBANI
SATUAN pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Bahkan di sejumlah wilayah PTM telah dimulai. Sementara satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama justru menunggu status aman.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung misalnya terus melakukan persiapan pembelajaran tatap muka. Ketua Tim Verifikasi PTM Zuraida Kherustika mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan ujicoba di lima sekolah di Pesawaran.
Ujicoba dilakukan untuk melihat kesiapan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah. Jika lolos ujicoba maka pihaknya akan merekomendasikan pemerintah setempat untuk memberikan izin.
“Ada tambahan dua daerah lagi Way Kanan, dan Pesawaran. Tapi untuk yang di Pesawaran kami sedang ujicoba,” jelasnya, Sabtu (17/4).
Total daerah yang telah mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka ada delapan daerah. Antara lain Way Kanan, Tanggamus, Tulangbawang, Mesuji, Lampung Barat, Tulang Bawang Barat, Pesisir Barat, dan Lampung Utara.
Ia menjelaskan, Disdikbud tidak lagi melakukan masa percobaan pembelajaran tatap muka seperti di daerah Jawa. Namun, Disdikbud telah membentuk tim verifikasi khusus.
Tim verifikasi itu dibagi per cabang Dinas Pendidikan Lampung di setiap wilayah. Tugasnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang telah berjalan.
Kemudian, kondisi yang sudah ada akan disesuaikan dengan SKB 4 Menteri tentang pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 terbaru. Sehingga, pada bulan Juli yang akan datang sekolah telah siap menjalankan pembelajaran secara langsung.
Di lain pihak, Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung justru tidak tidak melakukan ujicoba PTM di madrasah. Padahal, PTM akan dimulai kembali pada Juli mendatang.
Tergantung Zona
Kabid Madrasah Johan menyampaikan, pihaknya masih mengacu pada aturan sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tergantung status zona dan keputusan pemerintah daerah.
Kegiatan belajar mengajar di madrasah akan dilakukan sesuai arahan dari pemerintah daerah. Saat ini seluruh madrasah masih menjalani pembelajaran secara daring.
“Kami tidak mau mencoba-coba untuk yang seperti ini, khawatir karena pandemi masih berlangsung,” ujarnya.
Meski begitu, madrasah tetap melakukan persiapan untuk pelaksanaan KBM tatap muka. Salah satu yakni dengan penyuntikan vaksin kepada tenaga pendidik dan kependidikan.
Vaksinasi lingkungan sekolah dikoordinasikan oleh Kemenag daerah kepada Dinas Kesehatan. Kegiatan itu sudah berjalan dan sebagian guru telah mendapatkan vaksin.
Sementara, Plt Direktur SMA Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Purwadi meminta daftar periksa PTM terbatas tak terlalu panjang.
Menurut Purwadi, seharusnya daftar periksa tersebut dipersingkat dan diperpadat. Untuk itu, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan perlu duduk bersama terkait banyaknya pertanyaan yang disampaikan didaftar periksa.
“Harusnya yang penting-penting saja, sehingga sekolah bisa mengisi dan cepat. Sebab, kalau sering meminta data dari sekolah, datanya panjang lebar, sekolah menjadi malas,” tegas dia. (CR1/ANT/S1)
umar@lampungpost.co.id







