• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Minggu, Maret 1, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kebiasaan Baru

Dua Pekan, 9 Dokter Tewas akibat Covid-19

Total 136 dokter meninggal dunia akibat Covid-19.

Eka Setiawan Editor Eka Setiawan
15 Oktober 2020
di dalam Kebiasaan Baru
A A
Keluarga korban menyolatkan zenajah pasien Covid-19 di TPU Kebon Jahe, Kecamatan Enggal, kemarin pagi sekitar pukul 08.30.

Keluarga korban menyolatkan zenajah pasien Covid-19 di TPU Kebon Jahe, Kecamatan Enggal, kemarin pagi sekitar pukul 08.30.

Share on FacebookShare on Twitter

UMAR ROBANI

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) kembali melaporkan penambahan kasus kematian dokter akibat Covid-19. Pada pekan ini, tercatat empat dokter meninggal dunia sehingga dalam waktu dua pekan Oktober, total sembilan dokter meninggal dunia.

BACA JUGA

D4VD – Petals To Thorns Tour Hadir di Jakarta November Mendatang

Sekolah Tetap Terapkan Prokes Ketat

Vaksinasi Dosis Lengkap Capai 76,5%

Kemendikbud Akui Draf Awal RUU Sisdiknas Bocor

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Ari Kusuma Januarto, mengatakan ini merupakan situasi krisis dalam pelayanan kesehatan. “Berbulan-bulan setelah pandemi, kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang makin mengkhawatirkan. Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19,” ujar Ari, Kamis (15/10).

Sejauh ini, total 136 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah itu terdiri atas 69 dokter umum (4 guru besar), 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta dua residen yang berasal dari 18 IDI wilayah (provinsi) dan 61 IDI cabang (kota/kabupaten).

Berdasar data provinsi, terdapat 32 dokter dari Jawa Timur meninggal dunia, Sumatera Utara (23), DKI Jakarta (19), Jawa Barat (12), dan Jawa Tengah (9). Sulawesi Selatan (6), Bali (5), Sumatera Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Aceh (4), Kalimantan Timur (3), Riau (4), Kepulauan Riau (2), Yogyakarta (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Utara (2), Banten (2), dan Papua Barat (1).

Menurutnya, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan berhak untuk merasa aman di tempat kerjanya karena merekalah garda terakhir dalam penanganan pandemi ini. Dibutuhkan kerja sama menyeluruh, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

“Tidak hanya masyarakat, tetapi kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan,” ujar dia.

Setengah Hati

Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar, menilai banyak masyarakat terlihat masih setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Misalnya, dengan memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, abai berganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah, dan masih banyak lagi.

“Saat ini yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi Covid-19, tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Orang yang merasa baik-baik saja, sebenarnya membawa virus, ini biasanya belum pernah melakukan testing Covid-19. Kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan. Lalu menularkannya pada orang lain yang rentan,” kata dia.

Dia menambahkan bagi orang yang mengalami gejala seperti flu, diminta untuk tidak meremehkan kondisi tersebut meski terlihat ringan. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing.

“Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan Covid-19 saat ini. Nyatanya, virus ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini juga telah mengambil banyak nyawa dengan cepat yang menyebabkan hal ini disebut pandemi,” ujar dia.

Walaupun sebagian besar tanpa gejala atau bergejala ringan, ketika virus corona telah menginfeksi tubuh, dapat timbul reaksi badai peradangan yang bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian.

“Virus ini tidak bisa terbang pindah sendiri, tetapi manusialah yang membawanya ke mana-mana. Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan. Bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri, dan tetapi juga untuk orang di sekitar Anda, orang-orang yang Anda sayangi, kerabat, teman kerja, dan masyarakat secara luas,” ujarnya. (MI/S1)

 

umar@lampungpost.co.id

Tags: #satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Tanggap Sebelum Bencana

Posting berikutnya

Guru Penggerak Bagian dari Transformasi Pendidikan

Eka Setiawan

Eka Setiawan

LAMPUNG POST

Posting berikutnya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem A Makarim.

Guru Penggerak Bagian dari Transformasi Pendidikan

1.000 Hari Pertama Masa Penting Pertumbuhan Anak

Oknum Honorer Pol PP Ditangkap Kasus Narkoba

Oknum Honorer Pol PP Ditangkap Kasus Narkoba

740 Butir Pil Ekstasi di Blender

740 Butir Pil Ekstasi di Blender

Begal Ditangkap di Depan Kantor Pengadilan

Begal Ditangkap di Depan Kantor Pengadilan

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 27 Februari 2026 27 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 26 Februari 2026 26 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 25 Februari 2026 25 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 24 Februari 2026 24 Februari 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 23 Februari 2026 23 Februari 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • kantor DPRD lampung Utara

    Pelantikan Pimpinan DPRD Lampura Berlangsung Sederhana

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 23 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 25 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 27 Februari 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 11 Februari2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?