PERHIMPUNAN Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung meminta pemerintah tetap fokus untuk 2 dosis vaksin untuk masyarakat umum sebelum mewacanakan vaksin booster.
Ketua PAEI Lampung Ismen Mukhtar mengungkapkan, saat ini masih banyak masyarakat belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap. Sehingga capaian vaksinasi pun belum merata di setiap daerah.
“Booster penting, tapi lebih baik selesaikan dulu yang 2 dosis secara merata,” ungkapnya, Rabu (20/10).
Menurutnya, penyuntikan booster saat ini cukup kepada tenaga kesehatan (nakes) terlebih dahulu. Sebab, nakes merupakan kelompok yang sangat rentan tertular virus saat bertugas.
Kemudian, vaksinasi sebenarnya harus dilakukan dengan cepat dan merata. Sebab imun tubuh yang dihasilkan akan kembali turun dan tidak membentuk kekebalan kelompok.
Vaksinasi yang lambat hanya akan membentuk kekebalan secara individu sehingga tidak akan menghentikan penularan. Namun, orang yang telah mendapatkan vaksin resiko mengalami gejalanya akan lebih rendah.
“Cukup aneh jika mau menyuntikan booster dosis ketiga, tapi di sisi lain ada masyarakat kita yang belum mendapatkan dosiss 2 atau bahkan 1,” kata Ismen.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyampaikan rencana pemerintah untuk melaksanakan penyuntikan booster vaksin Covid-19 pada 2022.
“Kemungkinan ada booster di tahun depan, perlu diingat, vaksin hanya salah satu cara menuju endemi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko PMK, Agus Suprapto, Selasa (19/10).
Menurut dia, salah satu faktor pemerintah berencana untuk melakukan penyuntikan booster vaksin Covid-19 yakni adanya kemungkinan penurunan imunitas di masyarakat.
“Orang yang divaksin pada Januari-Februari tahun ini ada kemungkinan imunitasnya menurun pada November-Desember,” paparnya.
Maka itu, ia mengharapkan, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat agar kasus tetap menurun sehingga kegiatan sosial dan ekonomi di masyarakat dapat tetap berjalan dengan aman.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga sudah meminta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk meneliti vaksin Covid-19 terbaik yang digunakan untuk booster. (IKZ/CR1/S1)







