UMAR ROBBANI
IKATAN Dokter Indonesia (IDI) Lampung meminta Satgas Penanganan Covid-19 terus memantau dan mengevaluasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
“Jadi uji coba itu bukan menunggu ada kasus atau tidak, tapi bagaimana kepatuhannya selama seminggu,” kata Wakil Ketua IDI Lampung dr Boy Zaghlul Zaini, Minggu (10/9).
Ia menjelaskan pelaksanaan PTM memiliki aturan-aturan yang harus dipenuhi. Maka yang harus diperhatikan adalah tingkat kepatuhan warga sekolah terhadap aturan tersebut.
Sementara pada Sabtu (18/9), Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim meninjau pelaksanaan vaksinasi para pelajar yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelita di Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.
Dalam tinjauannya, Nunik, sapaan akrabnya, mengatakan pemberian vaksin kepada para pelajar merupakan salah satu upaya dalam mencegah terjadinya klaster penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.
“Saya tahu Kabupaten Pesawaran baru mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Senin kemarin. Vaksinasi hari ini merupakan salah satu cara dari Pemprov maupun Pemkab untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Kemudian ini juga menjadi jawaban atas kegelisahan para wali murid terkait PTM yang telah dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini vaksinasi pelajar menjadi fokus yang akan dilaksanakan, mengingat sebelumnya para tenaga pendidik sudah hampir semua dilakukan vaksin.
“Memang belum semua pelajar, tapi kita akan berusaha agar pelajar yang ada baik itu Pesawaran maupun Provinsi Lampung segera mendapatkan vaksin. Sehingga PTM dapat berjalan seperti biasanya,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala SMK Pelita Pesawaran Anurofik menjelaskan pelaksanaan vaksinasi ini pihaknya menerima 1.000 dosis vaksinasi dan yang telah digunakan kurang lebih 900 dosis.
“Setelah para pelajar ini divaksin dan telah mendapatkan imunitas tubuh yang kuat, ya semoga saja PTM bisa berjalan dengan full dan tidak menimbulkan klaster baru bagi para pelajar,” ujarnya.
Sentra Vaksinasi
Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Satgas Penanganan Covid-19 menggencarkan vaksinasi secara nasional dengan membentuk sentra-sentra vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat upaya pengendalian penyebaran virus corona di Tanah Air.
“Kemudahan masyarakat dalam mengakses vaksin Covid-19 sangat diperlukan untuk menggencarkan vaksinasi secara nasional dalam rangka mengejar target kekebalan kelompok di Tanah Air,” kata dia.
Sentra vaksinasi itu terselenggara atas kerja sama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) dengan 10 rumah sakit yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia, BAKTI Kominfo, dan Media Group.
Berdasarkan catatan penyelenggaran Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat, dalam rentang waktu 22 Juli—17 September 2021, mampu didistribusikan lebih dari 31 ribu dosis vaksin Covid-19.
Pada kesempatan itu, Lestari mengapresiasi upaya pihak-pihak yang telah mendukung penuh terselenggaranya sentra vaksinasi Covid-19 tersebut.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, sentra vaksinasi tersebut merupakan contoh kolaborasi tiga sektor yang baik antara akademisi, pemerintah dan swasta, dalam mendukung pencapaian negara terkait pengendalian Covid-19 di Tanah Air.
Rerie berharap upaya serupa juga dilaksanakan di banyak tempat, sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan vaksin Covid-19. (CK1/IKZ/S1)






