
UMAR ROBBANI
AKSI demo Undang-Undang Cipta Kerja berpotensi menimbulkan klaster Covid-19 baru di masyarakat. Sebab, dalam kegiatan tersebut para peserta tidak mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, bahkan ada pula yang tidak menggunakan masker.
Oleh sebab itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau peserta demo melakukan isolasi mandiri selama sekitar dua pekan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Yang bisa dilakukan adalah mengimbau peserta demonstrasi untuk melakukan isolasi mandiri dan menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),” kata Humas PB IDI Halik Malik, Minggu (11/10).
Halik menuturkan pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu menyerukan kepada para peserta demo untuk menerapkan isolasi mandiri dan protokol kesehatan, serta melakukan penilaian terhadap risiko diri masing-masing.
Jika merasakan gejala Covid-19, harus segera melapor kepada petugas kesehatan. Selain untuk tindakan pengobatan, dengan melapor, dapat membantu upaya tracing.
Dia pun meminta pemerintah daerah yang di wilayahnya terjadi aksi demo untuk menyiapkan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, pemeriksaan dan penelusuran kontak juga harus ditingkatkan.
Dihubungi dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum PDGI Hananto Seno menuturkan penambahan kasus penderita Covid-19 secara nasional sudah tinggi sebelum adanya demo. Dengan begitu, dikhawatirkan akan muncul kasus baru dari kalangan pendemo karena transmisi covid-19 di tengah kerumunan banyak orang tidak dapat dielakkan.
“Penambahan terus menerus yang tinggi ini mengakibatkan beban rumah sakit juga meningkat, ditambah banyaknya korban dari pendemo yang harus ditangani. Hal ini juga berdampak perlu kerja ekstra bagi nakes di mana pun berada,” ujarnya.
Pasien Sembuh
Di sisi lain, dari data Kementerian Kesehatan per 11 Oktober 2020, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah sebanyak 3.546 kasus. Dengan jumlah kumulatif sudah menembus angka 255.027 kasus.
Penambahan kesembuhan harian tertinggi berasal dari DKI Jakarta sebanyak 1.062 kasus dan kumulatifnya menembus angka 71.454 kasus. Diikuti Jawa Barat dengan tambahan 555 kasus dan kumulatifnya posisi keempat mencapai 17.462 kasus.
Jawa Timur menambahkan ketiga terbanyak dengan 272 kasus dan kumulatifnya mencapai 40.490 kasus. Dilihat secara kumulatif, Jawa Tengah masih di urutan ketiga dengan 18.572 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 205 kasus.
Kalimantan Timur dan Sumatera Barat mencatatkan penambahan pasien cukup baik hari ini. Di Kalimantan Timur mencatatkan penambahan harian sebanyak 209 kasus dan kumulatifnya mencapai 7.563 kasus. Sementara Sumatera Barat mencatatkan 206 kasus dan kumulatifnya mencapai 4.893 kasus.
Per Minggu (11/10) pada tambahan pasien positif baru hari ini sebanyak 4.497 kasus dan kumulatifnya mencapai 333.449 kasus. Kasus Covid-19 yang masih aktif per hari ini sejumlah 66.578. Sebaran daerah dengan kasus tertinggi harian berada di DKI Jakarta dengan tambahan harian sebanyak 1.389 kasus dan kumulatifnya mencapai 86.963 kasus.
Urutan kedua harian berada di Sumatera Barat dengan 350 kasus dan kumulatifnya 8.714 kasus. Ketiga harian terbanyak di Jawa Tengah dengan tambahan harian ketiga terbanyak dengan 318 kasus dan kumulatifnya urutan keempat terbanyak dengan 26.401 kasus.
Selain itu provinsi lain yang juga banyak menambahkan harian ada di Riau dengan 310 kasus dan kumulatifnya mencapai 9.971 kasus. Jawa Timur dengan tambahan harian sebanyak 269 kasus, kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 46.984 kasus. Untuk Jawa Barat tambahan harian sebanyak 205 kasus dan kumulatifnya berada di urutan ketiga mencapai 27.236 kasus. (MI/S1)







